Perkuat Kesiapan Akreditasi, UIN Malang Benchmarking ke UNY dan UII

2225265_11zon

Yogyakarta | Serulingmedia.com – Memperkuat kesiapan akreditasi program studi melalui pembenahan sistem penjaminan mutu menjadi agenda utama Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam kegiatan benchmarking ke FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII), 23–24 Oktober 2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengadopsi praktik baik pengelolaan mutu, menyelaraskan standar evaluasi akademik, serta memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) didukung bukti kinerja dan tindak lanjut perbaikan yang terukur.

Kegiatan studi tiru tersebut melibatkan jajaran pimpinan fakultas dan tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) dari sembilan program studi jenjang sarjana (S1) dan magister (S2). Rombongan terdiri atas Wakil Dekan I Bidang Akademik Prof. Dr. Evika Sandi Savitri, M.P., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Akyunul Jannah, S.Si., M.P., serta Ketua UPM Dr. Elok Kamilah Hayati, M.Si.

Melalui kunjungan ke dua perguruan tinggi tersebut, Fakultas Saintek UIN Malang berupaya memperkuat tata kelola mutu agar tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan standar, evaluasi capaian akademik, dan perbaikan kualitas layanan pendidikan.

Gali Praktik Baik Penjaminan Mutu di UNY

Kunjungan pertama berlangsung di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY. Rombongan UIN Malang diterima Wakil Dekan Bidang Riset, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Usaha Prof. Dr. Tien Aminatun, M.Si., serta Ketua UPM FMIPA UNY Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd.

Pertemuan tersebut membahas struktur organisasi penjaminan mutu, pembagian peran dan tanggung jawab, serta mekanisme survei kinerja dan evaluasi pembelajaran yang melibatkan mahasiswa sebagai salah satu sumber umpan balik.

Aspek evaluasi menjadi perhatian penting karena keberhasilan penjaminan mutu tidak cukup diukur dari kelengkapan dokumen administrasi.

Perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar dilaksanakan, hasilnya dievaluasi, dan setiap temuan ditindaklanjuti secara berkelanjutan.

Praktik yang dipelajari dari FMIPA UNY diharapkan menjadi referensi bagi UPM Fakultas Saintek UIN Malang dalam membangun mekanisme evaluasi yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain pertukaran pengalaman, kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bidang Tridharma Perguruan Tinggi antara FMIPA UNY dan Fakultas Saintek UIN Malang.

Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang pertukaran pengalaman serta pengembangan kapasitas kedua institusi.

Pelajari Implementasi PPEPP di FMIPA UII
Agenda berikutnya berlangsung di FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII).

Pembahasan difokuskan pada implementasi siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan, sebagai fondasi Sistem Penjaminan Mutu Internal.

Siklus PPEPP berperan penting dalam memastikan standar mutu tidak berhenti pada tahap penetapan, tetapi diterapkan secara konsisten, dievaluasi berdasarkan hasil pelaksanaan, dikendalikan ketika ditemukan ketidaksesuaian, dan ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Bagi Fakultas Saintek UIN Malang, pembelajaran tersebut relevan untuk memperkuat kesiapan akreditasi program studi. Pelaksanaan penjaminan mutu yang berkesinambungan diperlukan agar setiap program studi memiliki bukti kinerja yang memadai, mampu mengidentifikasi kekurangan, serta menunjukkan tindak lanjut perbaikan secara nyata.

Diskusi di FMIPA UII juga menyoroti integrasi nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan pendidikan sains. Aspek ini sejalan dengan karakter UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang mengembangkan pendidikan sains dan teknologi secara integratif dengan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, pengembangan sarana dan prasarana serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di laboratorium pengujian bidang sains menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Laboratorium memiliki peran strategis dalam menunjang kegiatan praktikum, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Karena itu, peningkatan mutu laboratorium membutuhkan tata kelola yang baik, tenaga laboratorium yang kompeten, serta fasilitas yang memadai.

Kegiatan di FMIPA UII ditutup dengan penandatanganan dokumen implementasi aktivitas sebagai tindak lanjut perjanjian kerja sama yang telah disepakati kedua institusi.

Penandatanganan tersebut dihadiri Dekan FMIPA UII apt. Saepudin, S.Si., M.Si., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi Dr. Kariyam, S.Si., M.Si. Dokumen implementasi ini diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program kolaboratif yang lebih konkret dan terukur.

Harmonisasi Mutu Jadi Kunci Persiapan Akreditasi

Salah satu isu utama dalam rangkaian benchmarking tersebut adalah harmonisasi sistem penjaminan mutu di tingkat universitas, fakultas, hingga program studi.

Keselarasan standar, indikator kinerja, mekanisme evaluasi, dan dokumentasi diperlukan agar pelaksanaan SPMI di tingkat program studi berjalan searah dengan kebijakan universitas.

Tanpa koordinasi yang kuat, pelaksanaan penjaminan mutu berisiko berjalan secara parsial dan tidak menghasilkan perbaikan yang optimal.

Dalam konteks akreditasi, tim UPM memiliki peran strategis untuk menjembatani kebijakan mutu institusi dengan implementasinya di tingkat program studi.

Peran tersebut mencakup pengawalan pelaksanaan standar, pengumpulan dan pengelolaan bukti kinerja, evaluasi capaian, serta pemantauan tindak lanjut perbaikan.

Dengan demikian, kesiapan akreditasi tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan dokumen saat proses penilaian berlangsung.

Konsistensi pelaksanaan standar dan kemampuan program studi menunjukkan hasil evaluasi beserta perbaikannya juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem mutu yang kuat.

Melalui studi tiru ke UNY dan UII, tim UPM Fakultas Saintek UIN Malang diharapkan memperoleh referensi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik fakultas.

Penguatan survei kepuasan mahasiswa, evaluasi kinerja program studi, pengelolaan dokumen mutu, serta pelaksanaan siklus PPEPP menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Ke depan, hasil benchmarking diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi diterjemahkan menjadi rencana tindak lanjut yang konkret.

Koordinasi antara pimpinan fakultas, UPM, program studi, dan lembaga penjaminan mutu universitas diperlukan untuk memastikan setiap hasil evaluasi menghasilkan langkah perbaikan yang terukur.

Melalui penguatan tersebut, Fakultas Saintek UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menargetkan tata kelola akademik yang semakin baik, kesiapan akreditasi program studi yang lebih kuat, serta penyelenggaraan pendidikan sains dan teknologi yang unggul, integratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.( Eno).