Ima Yustianingsih, Mahasiswi UIN Malang Menorehkan Prestasi sebagai Putri Hijab Jawa Timur 2025

IMG-20250923-WA0009

Malang | Serulingmedia.com –Di tengah sorotan lampu panggung Malang Creative Center (MCC), nama Ima Yustianingsih berkibar sebagai bintang baru yang mewakili wajah muslimah muda penuh percaya diri dan berwawasan luas.

Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini baru saja dinobatkan sebagai Juara 1 Putri Hijab Jawa Timur 2025, sebuah pencapaian yang langsung mengangkat namanya menjadi buah bibir di kalangan akademisi, aktivis perempuan, hingga masyarakat umum.

Ajang bergengsi yang diikuti 65 finalis dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur itu menuntut lebih dari sekadar kecantikan paras.

Peserta diuji kecakapan intelektual, kemampuan komunikasi, dan visi kepemimpinan.

Dari seleksi awal hingga karantina ketat, hanya 25 finalis yang berhasil menembus babak puncak. Dan di antara sorotan mata juri maupun publik, Ima tampil mencuri perhatian bukan hanya lewat keanggunan berhijabnya, tetapi juga pemikiran yang tajam dan menyentuh.

Dengan suara lantang namun lembut, Ima menegaskan di panggung final bahwa hijab bukan sekadar simbol identitas, melainkan manifestasi kekuatan, ilmu, dan karakter perempuan Indonesia.

Ia mengajak generasi muda berhijab untuk meningkatkan literasi keislaman di era digital, sehingga mampu menjadi muslimah yang tidak hanya taat, tetapi juga produktif dan visioner.

“Saya hanya ingin menjadi representasi bahwa perempuan berhijab bisa berkarya, bersuara, dan berdampak,” ujar Ima usai penobatan dengan mata berbinar.

Perjalanan Ima hingga ke titik ini bukanlah sesuatu yang instan. Putri asli Trenggalek itu dikenal tekun dalam studi sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan kampus.

Dukungan dari lingkungan akademiknya pun mengalir deras. Prof. Dr. Marno, M.Ag, Wakil Dekan III FITK Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, menegaskan bahwa Ima adalah prototipe mahasiswa ideal: berprestasi, berakhlak, sekaligus mampu membawa nilai-nilai keislaman ke ruang publik dengan elegan.

Kini, kemenangan di level provinsi hanyalah awal. Ima tengah bersiap untuk tantangan yang lebih besar, yaitu Putri Hijab Indonesia 2025 di Bandung, yang akan mempertemukannya dengan 60 finalis terbaik dari seluruh nusantara.

Bagi Ima, ajang itu bukan semata tentang mahkota dan gelar, melainkan panggung untuk menyuarakan pemberdayaan perempuan muslimah Indonesia.

Langkahnya menuju tingkat nasional telah menginspirasi banyak orang. Di balik senyumnya yang ramah, tersimpan semangat perjuangan seorang perempuan muda yang ingin membuktikan bahwa hijab bukan penghalang untuk berkarya, melainkan sayap untuk terbang lebih tinggi.

Ima Yustianingsih kini bukan hanya ikon kecantikan berhijab Jawa Timur, tetapi juga simbol harapan baru bagi generasi muslimah yang siap menorehkan jejak di panggung dunia.( Eno).