Wakil Ketua ISSI Kota Batu Kecewa, Pembangunan Sirkuit Tumtrack Belum Terwujud

Screenshot_2024-12-30-16-26-52-731_com.miui.gallery-edit

 

Batu | Seruling media. Com – Wakil Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Batu, Wiwin Pranoto, menyampaikan keprihatinannya terkait kelanjutan pembangunan sirkuit Tumtrack yang hingga kini belum ada perkembangan signifikan.

“Sampai hari ini belum ada greget untuk membangun sirkuit yang pernah dijanjikan. Dulu, PJ Walikota Batu bersama tim, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, pada 29 April 2024, telah melakukan peninjauan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sirkuit Tumtrack di Lapangan Songgo Maruta, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu,” ungkap Wiwin dalam pernyataannya pada Senin pagi (30/12/2024).

Wiwin mengungkapkan harapannya bahwa peninjauan lokasi tersebut dapat memberikan angin segar bagi perkembangan ISSI Kota Batu, terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 yang akan digelar di Malang Raya, dengan Kota Batu sebagai salah satu venue kegiatan.

Namun, dalam persiapannya menuju Porprov Jatim 2025, ISSI Kota Batu terpaksa menyewa Velodrome di Kota Malang untuk latihan. “Terpaksa kami sewa velodrome untuk latihan guna persiapan pertandingan,” tambah Wiwin.

Terkait rencana pembangunan sirkuit Tumtrack, PJ Walikota Batu, Aries Agung Paewai, yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, menyarankan untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori.

“Kadisdik yang tahu, sudah teknis itu beliau lebih tahu,” jawab PJ Walikota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, saat dikonfirmasi mengenai hasil peninjauan di Dusun Songgo Maruta, Desa Songgokerto, mengungkapkan bahwa lahan tersebut dianggap kurang memenuhi syarat untuk pembangunan sirkuit BMX. Meskipun panjangnya 2,5 meter dengan elevasi 800 dplt flat, lokasi tersebut dinilai kurang luas.

“Lahannya kurang luas untuk dibuat sirkuit BMX,” tegas Chori melalui WhatsApp.

Sebagai alternatif, dilakukan peninjauan di tiga lokasi lainnya, yaitu Kelurahan Sisir, Desa Oro-Oro Ombo, dan Aset Pemkot di Jalibar.

“Ada 3 alternatif lokasi di Songgoriti, Sisir, dan Aset Pemkot di Jalibar,” ujar Chori.

Hasil studi kelayakan (Feasibility Study) menunjukkan bahwa lokasi di Jalibar adalah yang paling representatif.

“Hasil FS yang paling representatif dari 3 lokasi ada di Jalibar, luas hampir 4 ha dan sudah dianggarkan di tahun 2025,” tambahnya.

Namun, Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Kartika, yang membidangi olahraga, menyebutkan bahwa pembangunan sirkuit Tumtrack belum pernah dibahas dalam rapat komisi.

“Kemarin waktu pembahasan Banggar sebatas plot anggaran di masing-masing dinas saja, belum sampai detail, hanya renovasi stadion yang dibahas,” jelas Kartika.

Wiwin, dengan kecewa, menyatakan bahwa ia pesimis atlet ISSI Kota Batu dapat menikmati sirkuit yang dijanjikan Pemkot Batu tahun ini.

“Ya, kita akan tetap sewa sirkuit di Kota Malang untuk latihan jenis olahraga sepeda, seperti BMX, XCR, XCO, serta roadbike,” ujarnya.

Wiwin juga menyayangkan jika proyek prestisius ini masih belum terwujud menjelang jadwal pertandingan. Ia merasa ragu dengan keseriusan Pemkot Batu dalam mendukung olahraga bersepeda, meskipun banyak atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Kota Batu di tingkat nasional dan internasional, meski harus berlatih dengan dana pribadi.

Beberapa atlet berprestasi yang telah mengangkat nama Kota Batu antara lain Avos, atlet Downhill Internasional; Purnomo, pelatih dan atlet Downhill; Pandu Satria Perkasa, atlet PON Jatim peraih medali emas; serta Viko, Fajar, Austian Jovi, dan beberapa atlet lainnya.

“Mereka telah membawa nama baik Kota Batu di kancah olahraga bersepeda, meskipun harus berlatih dengan dana pribadi,” kata Wiwin.

Wiwin berharap Pemkot Batu segera memberikan kejelasan mengenai pembangunan sirkuit Tumtrack agar atlet-atlet bersepeda di Kota Batu bisa terus berkembang dan berprestasi lebih baik lagi di ajang-ajang olahraga. (Eno)