UIN Malang Perketat Seleksi Beasiswa Teladan 2026: Tes Online Berbasis Kamera hingga Ujian Praktik Ketat

uin

Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaring calon mahasiswa terbaik melalui jalur Beasiswa Teladan 2026. Melalui petunjuk teknis resmi, kampus ini memastikan seluruh proses seleksi berlangsung ketat, disiplin, dan terukur, tanpa celah bagi peserta yang tidak siap.

Humas UIN Malang, Dosi Firdaus, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa rangkaian seleksi dimulai pada Selasa (7/4/2026) dengan pengarahan teknis secara daring. Sesi ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk memahami alur tes sekaligus mencoba simulasi penggunaan platform yang akan dipakai saat ujian.

Memasuki Rabu (8/4/2026), peserta langsung menjalani Tes Potensi Akademik dan Preferensi berbasis Computer Based Test (CBT) dari domisili masing-masing. Aturannya tegas: peserta wajib login tepat waktu menggunakan nomor tes dan tanggal lahir. Terlambat sedikit saja, konsekuensinya fatal — kesempatan bisa hilang begitu saja.

Tak hanya itu, pengawasan dilakukan real time melalui kamera. Wajah peserta harus selalu terlihat jelas dan tanpa kehadiran orang lain di sekitar. Tidak ada buku, tidak ada bisikan, tidak ada trik. “Open camera” menjadi prinsip utama untuk menjaga integritas.

Seleksi berlanjut pada Kamis (9/4/2026) di Kampus 1 UIN Malang, Gedung A, dengan ujian praktik dan wawancara prestasi. Di tahap ini, peserta diminta menampilkan kemampuan terbaik sesuai bidang unggulan: mulai dari hafalan Al-Qur’an dan hadis, olahraga, kesenian, hingga qiroatul kutub.

Peserta wajib membawa dokumen lengkap, seperti kartu tes, identitas, ijazah atau surat keterangan lulus, serta sertifikat pendukung. Tanpa dokumen tersebut, kelanjutan seleksi dipastikan terhenti.

Panitia juga menerapkan larangan ketat: tidak boleh berbicara dengan siapa pun, keluar ruangan tanpa izin, menerima bantuan, membaca referensi, hingga merokok. Semua dirancang untuk menegakkan integritas sebagai harga mati.

Dari sisi penampilan, aturan pun dibakukan. Peserta laki-laki wajib mengenakan kemeja putih, celana hitam formal, dan kopiah hitam. Peserta perempuan diwajibkan memakai kemeja putih dan jilbab putih dengan bawahan hitam. Peserta olahraga dan kesenian harus membawa perlengkapan sesuai kebutuhan masing-masing.

Satu hal yang juga ditekankan panitia: tidak ada ujian susulan. Peserta yang absen pada jadwal yang ditentukan otomatis gugur.

Melalui sistem seleksi yang tertata dan berbasis teknologi ini, UIN Malang menegaskan komitmennya menghadirkan mahasiswa yang unggul secara akademik, jujur, disiplin, dan berkarakter kuat. Bagi peserta, pesannya jelas: persiapan matang bukan sekadar saran, melainkan syarat mutlak untuk bertahan dalam kompetisi yang semakin ketat.(Eno)