UIN Malang Berjaya di Kancah Internasional: Kolaborasi S1-S3 Sabet Perak di International Student Summit 2025
Malang | Serulingmedia.com – Semangat akademik lintas generasi dari kampus hijau UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menuai kebanggaan di panggung dunia. Delegasi mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sukses mengharumkan nama almamater dengan meraih Silver Medal (Medali Perak) dalam ajang bergengsi International Student Summit (ISS) 2025, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–19 Oktober 2025.
Ajang internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) bekerja sama dengan Sentosa Foundation ini mempertemukan ide-ide terbaik mahasiswa dari berbagai negara.
Dalam atmosfer kompetisi yang sarat inovasi, tim UIN Malang tampil menawan dengan harmoni kolaborasi unik antara jenjang S3 dan S1.
Mereka adalah:
Muhammad Luthfi Dharmawan (Program Doktor/S3),
Hasnia Imroatis Syarifah (Program Sarjana/S1), dan
Nurul Fadhilah Ramadhani (Program Sarjana/S1).
Ketiganya membuktikan bahwa pengalaman akademik yang matang dan semangat muda yang progresif dapat menyatu menjadi energi kompetitif kelas dunia.
Momen Kebanggaan yang Terbingkai dalam Satu Foto
Sebuah foto menjadi saksi bisu kemenangan mereka: Muhammad Luthfi Dharmawan berdiri tegak memegang sertifikat asli bertuliskan “Silver Medal” sembari menggenggam medali perak yang menggantung penuh arti.
Di kedua sisinya, Hasnia dan Nurul tersenyum ceria, mengangkat jari telunjuk ke arah penghargaan—gestur sederhana yang mencerminkan euforia atas hasil perjuangan.
Foto itu tidak sekadar dokumentasi. Ia adalah narasi kecil tentang harapan, perjuangan, dan dedikasi.
ISS 2025: Lebih dari Sekadar Kompetisi Akademik
International Student Summit (ISS) 2025 bukan hanya wadah untuk menampilkan karya ilmiah atau gagasan inovatif.
Ia merupakan forum dialog peradaban, tempat mahasiswa dari berbagai bangsa berdiskusi, bertukar pandangan, dan menguji kualitas pemikiran.
Untuk mencapai panggung puncak tersebut, tim FITK menjalani proses seleksi internal, penyusunan karya, hingga presentasi profesional yang menuntut kedalaman riset, ketepatan strategi penyampaian, serta kemampuan artikulasi yang meyakinkan.
Kolaborasi Lintas Jenjang: Bukti bahwa Kepemimpinan Akademik Tidak Mengenal Batas Usia
Keunikan tim ini terletak pada perpaduan mahasiswa S3 yang berperan sebagai pengarah konseptual dan dua mahasiswa S1 yang menjadi motor eksekusi ide.
Sinergi tersebut mencerminkan ekosistem pendidikan yang sehat dan kolaboratif.
Model kerja seperti ini menjadi simbol bahwa FITK tidak sekadar mencetak akademisi, melainkan juga membangun kultur kolaboratif yang transformatif.
Inspirasi bagi Generasi Kampus Hijau
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Malang tak hanya siap bersaing dalam skala nasional, tetapi juga mampu berbicara lantang di tingkat global.
Lebih dari itu, kemenangan ini mempertegas langkah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menuju universitas bereputasi internasional.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika jenjang studi berbeda berjalan bersama dalam harmoni, hasilnya bisa luar biasa,” ungkap salah satu anggota tim sesaat setelah pengumuman.
Jejak Emas untuk Masa Depan
Kemenangan medali perak di ISS 2025 adalah permulaan. Ia menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk melangkah lebih jauh, membawa nama UIN Malang menembus lebih banyak panggung dunia.
Kini, bukan hanya medali yang dibawa pulang. Mereka juga membawa cerita harapan, inspirasi, dan bukti bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras, kolaborasi, dan keyakinan.( Eno).






