Tlekung Siapkan Wisata Petik Jeruk, 30 Hektare Kebun Dibidik Jadi Destinasi Baru
Batu | Serulingmedia.com — Pemerintah Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mulai menyiapkan pengembangan wisata petik jeruk di kawasan Sawahrojo, Dusun Krajan Kidul.
Sekitar 30 hektare kawasan kebun jeruk diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru berbasis pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan desa.
Kepala Desa Tlekung, Mardi, mengatakan pengembangan wisata petik jeruk dilakukan dengan memanfaatkan potensi pertanian yang telah dimiliki masyarakat.
Konsep tersebut dinilai memiliki prospek karena lokasi kebun berada tidak jauh dari sejumlah destinasi wisata yang telah lebih dahulu menjadi magnet kunjungan wisatawan.
“Potensi petik jeruk ini cukup besar. Lokasinya juga dekat dengan obyek wisata Jatim Park Group, sehingga kami melihat peluangnya cukup bagus untuk dikembangkan,” ujar Mardi, Kamis ( 20/8/2026).
Menurut dia, pengembangan kawasan wisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha di sekitar kawasan.

Tahap awal, kata Mardi, pemerintah desa akan membenahi akses menuju kawasan kebun. Salah satunya dengan memperlebar badan jalan agar mampu menunjang mobilitas wisatawan maupun kendaraan menuju lokasi wisata.
“Yang pertama kami lakukan adalah memperlebar badan jalan menuju kawasan wisata petik jeruk,” katanya.
Selain pelebaran jalan, pemerintah desa juga menyiapkan penataan saluran irigasi di sepanjang akses menuju kawasan.
Saluran tersebut direncanakan ditutup menggunakan box culvert sehingga badan jalan dapat diperluas tanpa mengganggu fungsi pengairan lahan pertanian.
Mardi menegaskan pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting sebelum kawasan tersebut dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Akses yang memadai dinilai akan menentukan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di sekitar kebun.
Pengembangan wisata petik jeruk juga diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati aktivitas memetik jeruk, tetapi berpotensi menggerakkan sektor kuliner, UMKM, perdagangan produk pertanian dan usaha jasa lainnya.
“Harapannya tentu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Kebun jeruk ini bukan hanya menghasilkan pertanian, tetapi juga bisa menjadi potensi wisata,” ujar Mardi.
Dengan luas kawasan yang mencapai sekitar 30 hektare, Desa Tlekung memiliki modal cukup besar untuk mengembangkan wisata berbasis agro. Pemerintah desa kini mulai menyiapkan fondasi melalui pembenahan akses dan sarana pendukung.
Jika terealisasi, wisata petik jeruk Sawahrojo dapat menjadi alternatif destinasi baru di Kota Batu sekaligus memperkuat posisi Desa Tlekung sebagai kawasan yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata.
Bagi Desa Tlekung, pengembangan tersebut bukan sekadar mendatangkan wisatawan. Lebih jauh, wisata petik jeruk diharapkan menjadi instrumen untuk mengangkat nilai ekonomi lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. ( Eno).






