Sertifikasi Kompetensi di Hotel Aston! Siswa SMK Nganjuk Diuji Chef Profesional, Siap Tembus Dunia Kuliner

1326851_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Puluhan siswa SMK Negeri 1 Bagor, Nganjuk, menjalani ujian sertifikasi kompetensi kuliner di Hotel Aston Inn Malang, Rabu (22/4/2026).

 

Ujian ini menjadi langkah serius dalam menyiapkan lulusan siap kerja di industri perhotelan dan kuliner profesional.

 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (21/4/2026) tersebut digelar melalui kerja sama antara pihak sekolah dan Hotel Aston Inn Batu yang telah terjalin selama lima tahun terakhir.

Kerja sama ini juga terbukti membuka peluang kerja bagi para lulusan SMK yang kini telah berkarier di dunia perhotelan.

Guru pendamping, Ika Gunartin, menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja nyata.

“Melalui sertifikasi ini, kami ingin memastikan siswa benar-benar siap masuk industri. Mereka tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga diuji langsung dengan standar profesional,” ujarnya.

 

Dalam pelaksanaannya, siswa diuji langsung oleh tim asesor dari pihak hotel seperti Chef Topan Nurrudin, bersama empat chef lainnya yakni Chef Danang, Chef Handito, Josua, dan Sahrul.

 

Mereka memastikan setiap peserta dinilai berdasarkan standar industri kuliner yang berlaku.

 

Chef Topan Nurrudin menekankan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hasil masakan, tetapi juga proses kerja di dapur.

 

“Kami melihat bagaimana mereka bekerja di dapur, mulai dari teknik, kebersihan, manajemen waktu, hingga kreativitas. Knowledge tentang dapur dan pemahaman suhu itu sangat penting dalam dunia kuliner,” jelasnya.

 

Materi ujian meliputi pengolahan menu khas Indonesia, seperti soto ayam, sate tempe, dan rujak buah.

 

Seluruh proses mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian dilakukan secara mandiri oleh siswa, kemudian dievaluasi langsung oleh tim chef profesional.

Selain rasa dan tampilan, aspek pola kerja di dapur serta kemampuan berpikir kreatif menjadi bagian penting dalam penilaian.

 

Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi seorang tenaga kuliner tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memasak, tetapi juga profesionalitas dalam bekerja.

 

Sertifikasi yang diperoleh nantinya menjadi bukti kompetensi yang diakui oleh pihak industri, khususnya dari Hotel Aston Inn sebagai lembaga sertifikasi.

 

Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji keterampilan teknis, tetapi juga mental dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kuliner yang kompetitif.

 

UKK ini diharapkan mampu menjadi pintu awal bagi lahirnya tenaga kuliner muda yang profesional dan siap terjun ke industri.( Sar).