Pemprov Jatim Siap Gantikan Ijazah Pekerja yang Ditahan Perusahaan

IMG-20250421-WA0043

Batu | Serulingmedia.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggantikan ijazah milik pekerja yang ditahan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Pernyataan ini disampaikan saat membuka ajang talenta siswa Jawa Timur yang dipusatkan di Sekolah Alkitab Batu, Senin (22/4/2025).

“Kita ingin membangun suasana yang kondusif dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Jika ada ijazah SMA atau SMK yang ditahan oleh perusahaan yang kini viral di media sosial, insyaallah akan diterbitkan kembali oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” tegas Khofifah.

Gubernur menyebutkan, pihaknya telah bertemu langsung dengan pemilik perusahaan, termasuk berbicara melalui telepon dengan mantan Kepala HRD perusahaan tersebut. Namun, tidak ada jaminan bahwa ijazah para pekerja akan dikembalikan.

“Saya sudah bertemu dengan owner-nya, suami istri. Saya juga sudah berkomunikasi dengan HRD yang sudah resign. Mereka bisa menjelaskan soal penahanan ijazah itu, tapi tidak ada kepastian kapan ijazah akan dikembalikan,” lanjutnya.

Karena kasus ini sudah masuk ranah hukum, Khofifah menegaskan bahwa Pemprov tidak akan mencampuri proses tersebut. Meski begitu, langkah perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Proses hukum tetap harus berjalan jika ada pelanggaran. Namun, perlindungan terhadap masyarakat tetap kita berikan. Jika sekolah asal pekerja masih aktif, Dinas Pendidikan akan menerbitkan ulang ijazah tersebut. Jika sekolahnya sudah tutup, maka ijazah akan dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan tanda tangan Kepala Dinas,” jelasnya.

Hingga saat ini, sebanyak 10 pekerja telah melapor bahwa ijazah mereka ditahan perusahaan. Pemprov Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk hadir dan memberikan perlindungan bagi warganya.

“Hari ini baru ada 10 orang yang melaporkan. Kita minta mereka dibuatkan BAP agar terang, SMK-nya mana, sehingga Kepala Dinas Pendidikan bisa segera menerbitkan ijazahnya. Ini dilakukan tanpa menghentikan proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Khofifah juga kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pilar kemajuan bangsa, khususnya dalam mewujudkan visi “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara.”(Eno)