“Operasi Anak Sholeh”, Cara Humanis Kota Batu Sambut Idul Adha dengan Pendidikan Karakter Anak

1466205_11zon

Batu | Serulingmedia.com.– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan Kota Batu bersama Kementerian Agama Kota Batu menghadirkan gerakan edukatif dan penuh nilai kemanusiaan melalui Festival Idul Adha bertajuk “Operasi Anak Sholeh”.

 

Program ini dirancang sebagai upaya membentuk karakter religius anak sejak dini dengan pendekatan yang menyenangkan, hangat, dan dekat dengan kehidupan keluarga.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran spiritual bagi anak-anak agar momentum Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian, disiplin, dan akhlak mulia.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengajak anak-anak menjadi pribadi yang saleh melalui rangkaian aktivitas positif selama dua hari menjelang Idul Adha.

“Tujuannya mengajak anak-anak menjadi anak sholeh lewat kegiatan selama dua hari sebelum Idul Adha,” ungkap Alfi.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu,

Festival Operasi Anak Sholeh dirancang dengan konsep sederhana namun menyentuh kehidupan anak-anak secara langsung.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kebiasaan baik sejak dini. Anak-anak diajak belajar taat kepada orang tua, rajin ibadah, peduli sesama, serta belajar sabar dan ikhlas. Ini menjadi bagian penting dalam penguatan karakter generasi muda Kota Batu,” jelas Alfi.

 

Dalam program ini, peserta diajak menjalankan misi utama bertajuk “2 Hari Surga”, yakni melaksanakan Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

 

Kegiatan tersebut didasarkan pada hadits riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa puasa Tarwiyah dan Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Tidak hanya berfokus pada ibadah, festival ini juga mengajak anak-anak menjalani berbagai tantangan harian seperti membantu orang tua, berbagi makanan dan barang, menjaga sholat tepat waktu, membaca Al-Qur’an dan doa harian, belajar sabar, hingga takbir bersama keluarga.

 

Menariknya, kegiatan ini dikemas melalui akronim “OPERASI” yang menjadi panduan sikap selama program berlangsung, yakni Optimis dalam Ibadah, Patuh kepada Orang Tua, Empati dan Berbagi, Rajin Sholat dan Puasa, Amanah dan Jujur, Sabar dalam Ujian, serta Ikhlas karena Allah.

Suasana edukatif juga diperkuat lewat berbagai tantangan kreatif dan humanis seperti sahur dan buka bersama keluarga, tantangan dua hari tanpa marah, celengan qurban, hingga menulis surat cinta untuk orang tua dengan tema “Aku Ingin Menjadi Nabi Ismail Kecil”.

 

Selain itu, anak-anak juga diajak memahami keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melalui kegiatan “Aku Ingin Menjadi Ibrahim & Ismail Kecil” sebagai bentuk pembelajaran tentang ketaatan, keikhlasan, dan kesabaran.

 

Alfi menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi pendidikan dan keagamaan yang diharapkan mampu membangun generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual.

“Semua yang berkaitan dengan penguatan karakter siswa sekolah akan terus kita lakukan demi pendidikan Kota Batu yang lebih baik ke depannya. Kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” tambahnya.

 

Sebagai bentuk apresiasi, peserta akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, predikat Anak Sholeh, serta piagam penghargaan dari Kementerian Agama Kota Batu dan Dinas Pendidikan Kota Batu.

Pendaftaran kegiatan dilakukan secara daring melalui forms.gle⁠�. ( Eno).