Talang Pasar Among Tani Bocor Tiap Hujan, Wali Kota Batu Siapkan Rp200 Juta untuk Perbaikan

2252799_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Wali Kota Batu Nurochman meninjau talang bocor di Pasar Induk Among Tani, Kamis (29/10/2026), setelah hujan deras menyebabkan air meluap dan membanjiri sejumlah kios pedagang.

Nurochman melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat, Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Dian Fachroni, serta jajaran dinas terkait.

Peninjauan tersebut berfokus pada kebocoran talang, terutama di lantai tiga pasar.

Dalam sidak itu, Nurochman mendengarkan langsung keluhan pedagang yang terdampak kebocoran.

Teguh, salah seorang pedagang, menceritakan bahwa hujan deras pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 14.00 membuat air dari talang di atas kiosnya mengucur deras hingga membanjiri tempat usahanya.

“Setiap hujan memang bocor, tapi kemarin sangat deras sehingga menimbulkan banjir sampai peres ke batas pagar tangga,” ungkap Teguh.

Kebocoran tersebut bukan kejadian baru. Air kerap masuk ke area kios setiap kali hujan turun. Hujan deras pada Rabu lalu memperparah kondisi hingga genangan mencapai batas pagar tangga.

Keluhan serupa disampaikan Dariati, pedagang Kopi Pojok. Ia menyambut baik kedatangan Wali Kota Batu karena dapat menyampaikan persoalan yang selama ini mengganggu aktivitas usahanya secara langsung.

“Alhamdulillah, Pak Wali Kota bisa melihat sendiri dan mendengarkan langsung. Saya tidak mengarang,” tutur Dariati.

Diskumperindag Siapkan Anggaran Rp200 Juta

Plt. Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni mengatakan pemerintah akan mulai memperbaiki talang bocor pada pekan depan. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp200 juta melalui anggaran perubahan untuk menangani kerusakan yang mendesak.

“Kami maklumi memang kondisi efisiensi, kami hanya bisa memperbaiki yang urgent dulu,” kata Dian.

Dian menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus menentukan prioritas perbaikan.

Karena itu, Diskumperindag akan mendahulukan kerusakan yang paling mendesak agar tidak semakin mengganggu aktivitas perdagangan.

Rencana perbaikan tersebut diharapkan dapat mengatasi kebocoran yang selama ini dikeluhkan pedagang, terutama di area yang terdampak banjir saat hujan deras.

Pemerintah Kota Batu perlu memastikan perbaikan berjalan sesuai rencana dan mampu mengatasi sumber kebocoran.

Langkah tersebut penting agar pedagang tidak kembali menghadapi persoalan yang sama ketika hujan turun.

Bagi pedagang Pasar Induk Among Tani, talang yang berfungsi baik bukan sekadar fasilitas bangunan, melainkan kebutuhan untuk menjaga barang dagangan, kenyamanan pembeli, dan kelancaran usaha sehari-hari. (Eno).