Krisdayanti Dipanggil DPD PDIP Jawa Timur: Apakah Ini Tanda Menuju Pilkada Batu 2024?

Screenshot_20240723-172025_Gallery

 

Batu | Serulingmedia.com – Selasa sore, 23 Juli 2024, Krisdayanti direncanakan untuk menghadiri panggilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur.

Ketika dikonfirmasi usai mengadakan kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kelurahan Sisir, Krisdayanti membenarkan informasi pemanggilan tersebut.

“Benar, saya dipanggil ke DPD PDIP Jawa Timur. Semoga hari yang baik ini membawa kebaikan untuk semuanya, doakan lancar ya,” ungkap Krisdayanti kepada awak media.

Pemanggilan ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat dan media. Banyak yang menduga bahwa pemanggilan ini terkait dengan pemberian rekomendasi untuk maju sebagai calon Walikota Batu dalam Pilkada Batu 2024, mengingat proses pendaftaran calon walikota dan wakil walikota akan dibuka pada Agustus 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Batu, Punjul Santoso, tidak menolak adanya informasi tersebut namun tidak menyebutkan agenda spesifik dari pemanggilan itu.

“Saya tidak tahu, karena nanti baru ada rapat di DPD PDIP Jawa Timur,” jelas Punjul melalui sambungan seluler, Selasa (23 /7/2024).

Sejak dibukanya proses pendaftaran di DPC PDIP Batu beberapa bulan lalu, banyak pendaftar yang berebut rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Para pendaftar ini merupakan kader-kader terbaik PDIP yang memiliki popularitas, integritas, dan rekam jejak yang solid. Ada empat nama yang mengemuka sebagai calon kuat untuk memimpin Kota Batu: Punjul Santoso, Krisdayanti, Didik Gatot Subroto, dan Suwito.

Punjul Santoso adalah politisi senior dengan pengalaman panjang di dunia politik. Sejak era reformasi, ia telah menunjukkan dedikasi dan komitmen luar biasa, mulai dari perannya sebagai anggota legislatif hingga jabatannya sebagai Wakil Walikota Batu dua kali yang berakhir pada 2023. Punjul telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan kini namanya digadang-gadang sebagai calon Walikota Batu 2024.

Krisdayanti, seorang artis papan atas Indonesia yang lahir di Kota Batu pada tahun 1975, awalnya dikenal sebagai diva kelas atas. Namun, ia telah menunjukkan ketertarikannya dalam dunia politik dengan menjadi anggota DPR-RI dapil Malang Raya periode 2019-2024. Keberhasilannya di bidang politik menandai dirinya sebagai sosok yang mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Yanti, panggilan akrabnya, kini juga digadang-gadang sebagai calon Walikota Batu 2024.

Didik Gatot Subroto mengawali karier sebagai Kepala Desa Tunjungtirto pada 1997-2013, kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang 2014-2019, Ketua DPRD Kabupaten Malang 2019-2020, dan kini sebagai Wakil Bupati Malang. Ia telah membangun reputasi sebagai pemimpin yang peduli terhadap kepentingan rakyat. Kiprahnya yang panjang dalam politik lokal memberikan pengalaman berharga untuk memimpin Kota Batu ke depan.

Suwito, seorang jurnalis yang mengenyam pendidikan di Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI pada 2014, kini beralih menjadi advokat di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Sekretaris Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDIP Kota Batu. Sebagai advokat dan aktivis sosial, Suwito telah memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Kota Batu. Dedikasinya menjadikan pria kelahiran 1978 tersebut diprediksi sebagai kader muda PDIP yang layak mendampingi Walikota Batu 2024.

Keempat tokoh ini—Punjul Santoso, Krisdayanti, Didik Gatot Subroto, dan Suwito—meskipun memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam, memiliki satu kesamaan yang mencolok: dedikasi mereka untuk melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebagai kader terbaik PDIP, mereka memiliki profil yang kuat dan komitmen yang tak terbantahkan.

Dengan rekam jejak yang solid dan komitmen untuk melayani masyarakat, Punjul Santoso, Krisdayanti, Didik Gatot Subroto, dan Suwito layak dipertimbangkan sebagai pemimpin Kota Batu yang akan membawa perubahan positif bagi daerah tersebut. Mereka tidak hanya memiliki popularitas dan integritas, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat, menjadikan mereka pilihan yang tepat untuk memimpin Kota Batu ke arah yang lebih baik.( Eno ).