Komunitas Baca Al-Qur’an Pensiunan RRI Malang dan Upaya Membuka Jalan Amal Jariyah
Malang | Serulingmedia.com – Komunitas Baca Al-Qur’an (KBA) Pensiunan RRI Malang kembali menggelar pertemuan rutin di kediaman Bu Titien, Jalan Danau Maninjau Barat, Sawojajar, Malang Sabtu, (14/9/2024).
Pertemuan ini diisi dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz H. Abu Bakar. 
Dalam acara tersebut, doa dipanjatkan khusus untuk para almarhum- almarhumma angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI) serta keluarga besar RRI, mengingat momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti RRI ke-79, 11 September 2024.

Pertemuan kali ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan pensiunan RRI, antara lain Teguh Yuli Astuti, mantan Kepala RRI Denpasar; Lahar Rudiyarso, mantan Kepala RRI Surabaya; Anna Hafis, mantan Kepala RRI Yogyakarta; serta Buang Supeno, Ketua Pensiunan RRI Malang.
Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang erat di antara para pensiunan, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan dalam setiap kegiatan komunitas.
Selain kegiatan doa bersama, KBA Pensiunan RRI Malang juga selalu berperan aktif dalam kegiatan sosial.
Setiap pertemuan rutin 2 bulan sekali komunitas ini menghimpun donasi dari para peserta yang kemudian disalurkan untuk berbagai tujuan mulia, seperti memberikan bantuan kepada panti asuhan yatim piatu, Panti Wreda serta korban bencana alam.
Kegiatan ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kepedulian sosial yang dimiliki oleh anggota KBA.
Bendahara KBA, Dahlia Suradi, menyampaikan bahwa kegiatan donasi ini merupakan “upaya membuka jalan menuju surga dengan memperbanyak amal jariyah.”
Amal jariyah merupakan bentuk sedekah yang pahalanya akan terus mengalir bahkan setelah pelakunya meninggal dunia, sehingga apa yang dilakukan oleh KBA menjadi ladang pahala yang tidak terbatas.
Pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan antar anggota, tetapi juga menjadi wadah bagi mereka untuk terus berbuat baik bagi sesama.
Kehadiran para mantan kepala RRI dari berbagai daerah memberikan nuansa kekeluargaan yang semakin erat.
Mereka membuktikan bahwa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan kesempatan untuk terus berkontribusi, baik melalui kegiatan spiritual maupun sosial.
KBA Pensiunan RRI Malang menjadi contoh nyata bagaimana sebuah komunitas dapat tetap aktif, produktif, dan berdaya guna meski usia tidak lagi muda.
Dengan semangat kebersamaan, mereka menunjukkan bahwa peran sosial dapat dilakukan di segala usia.
Kegiatan-kegiatan amal yang dilakukan KBA bukan hanya memberikan manfaat bagi yang menerima, tetapi juga bagi para anggotanya yang terus beramal jariyah sebagai bekal di akhirat.
KBA Pensiunan RRI Malang mengajarkan bahwa kebersamaan dan keikhlasan adalah kunci dalam menjalankan setiap amal kebaikan.
Melalui kegiatan yang sederhana namun konsisten, mereka membuktikan bahwa niat yang tulus dapat membawa dampak besar bagi masyarakat.
Setiap langkah kecil yang diambil dengan penuh ketulusan, seperti donasi yang disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, bukan hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menjadi pahala yang akan terus mengalir bagi pelakunya, menjadikannya sebagai bekal amal jariyah yang tidak pernah putus
Semangat berbagi dan memperbanyak amal inilah yang menjadi pondasi kuat dalam membangun solidaritas serta menciptakan kehidupan yang lebih bermakna.( Eno ).






