GPN Siapkan 65 Relawan Bela Negara, Perkuat Kesiapsiagaan Sosial di Tujuh Daerah

IMG-20261108-WA0046

Pasuruan | Serulingmedia.com – Sebanyak 65 kader Ormas Gajah Purwo Nusantara (GPN) dipersiapkan menjadi relawan yang memiliki wawasan kebangsaan, keterampilan penyelamatan, dan kemampuan menangani persoalan sosial di masyarakat.

Pembekalan tersebut dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Relawan Bela Negara di Batalyon Zeni Tempur 10/Jaladri Palaka, Pasuruan, Jumat–Minggu (6–8/11/2026).

Pelatihan ini diharapkan melahirkan kader yang tidak hanya memahami nilai bela negara, tetapi juga siap membantu masyarakat menghadapi kondisi darurat, menjaga keamanan lingkungan, mencegah kebakaran hutan, serta membangun kepedulian sosial.

Peserta berasal dari Padepokan Pusat GPN di Kota Batu serta Banyuwangi, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Surabaya, dan Kediri.

Kegiatan yang melibatkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tersebut mengusung tema “Internalisasi Nilai Dasar Bela Negara sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045”.

Ketua Pelaksana, Kapten Czi Nicko Dexkyanto, S.Tr.(Han), mengatakan, bela negara bukan semata-mata tugas militer atau mengangkat senjata, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara melalui tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

“Menjaga lingkungan, mencegah kebakaran hutan, menciptakan keamanan dan ketertiban, hingga menumbuhkan kepedulian sosial juga merupakan bentuk nyata bela negara,” ujarnya.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi wawasan kebangsaan dan nasionalisme, vertical rescue, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), motivasi kerelawanan, serta manajemen konflik untuk memahami, mengelola, dan menciptakan harmoni.

Nicko berharap, pembinaan tersebut meningkatkan kapasitas, kualitas sumber daya manusia, produktivitas, serta efektivitas relawan dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Sinergi Kementerian Pertahanan, TNI, dan organisasi kemasyarakatan juga diharapkan berlanjut setelah pelatihan.

Sementara itu, Ketua GPN, Ahmad Thohir Setiawan, yang akrab disapa Wawan, mengapresiasi pelaksanaan diklat tersebut. Menurutnya, bela negara merupakan tanggung jawab setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945.

Ia menegaskan, lima nilai dasar bela negara harus menjadi pedoman perilaku masyarakat, yakni cinta Tanah Air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Melalui pelatihan ini, GPN berharap 65 kader mampu menjadi penggerak kerelawanan di tujuh daerah. Mereka diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk membantu masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga persatuan dan keutuhan NKRI menuju Indonesia Emas 2045.( Eno)