FPN Audiensi dengan Perhutani Jatim, Bahas Sinergi Menjaga Sumber Daya Air di Kawasan Hutan
Surabaya | Serulingmedia.com – Ketua Umum Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN), Dodik Purwoko, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur di Genteng Kali, Surabaya, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat rekomendasi Kepala Bakorwil III Malang Nomor: 500.10.1/0683/213.5/2026.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Divre Jatim tersebut, rombongan FPN diterima langsung oleh Kepala Perum Perhutani Divre Jawa Timur, Wawan Triwibowo, bersama jajaran manajemen, yakni Joko Susanto selaku Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Produksi, Hari Dwi Hutanto selaku Kasi Utama Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L), serta Andry Wahyu sebagai Sekretaris Divre Jatim.
Ketua Umum FPN Dodik Purwoko hadir bersama sejumlah pengurus, antara lain Devid Yuliasir selaku Asisten Konstruksi Budaya dan Peradaban Jawa Timur yang juga menjabat Ketua Umum Yayasan SASAJI (Salam Satu Jiwa) yang bergerak di bidang budaya dan lingkungan, Romsul Hasbawi selaku Ketua FPN DMD Pasuruan Raya, serta Yoyok Yuliono selaku Ketua FPN DMD Kota Batu.
Dalam kesempatan tersebut, Dodik Purwoko menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh Kepala Divre Perhutani Jawa Timur beserta jajaran. Ia menilai pertemuan tersebut berlangsung secara komunikatif dan terbuka dalam membahas upaya menjaga ketersediaan air di kawasan hutan.
“Tujuan utama gerakan Formasy Praja Nusantara adalah memastikan air tetap ada di kawasan hutan. Karena itu, audiensi ini kami kemas dalam bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi terkait kegiatan di lapangan,” ujar Dodik.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tiga agenda utama. Pertama, koordinasi dan klarifikasi jumlah sumber air beserta catchment area di wilayah Perhutani Divre Jawa Timur. Kedua, menyamakan serta menyelaraskan pandangan terkait penyelesaian permasalahan air beserta solusi yang dapat diterapkan. Ketiga, melakukan diskusi kelompok terarah (FGD) mengenai pola solusi, penanganan, dan langkah preventif untuk mencegah kerusakan sumber daya air melalui sinergi dan kolaborasi dalam sosialisasi implementasi aturan terkait air.
Kepala Perum Perhutani Divre Jawa Timur, Wawan Triwibowo, secara implisit menyatakan dukungannya terhadap gerakan FPN dalam upaya menjaga keberadaan sumber daya air. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pemanfaatan air dilakukan secara legal dan sesuai aturan.
“Tujuan baik dari FPN adalah memastikan para pemanfaat dan pengguna air memiliki legalitas yang jelas sehingga pemanfaatannya dapat terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wawan.
Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang telah terlanjur memanfaatkan sumber air di kawasan hutan perlu diarahkan pada kegiatan yang lebih positif agar memberikan manfaat bagi keberlangsungan kehidupan. Selain itu, Perhutani berkomitmen menjadi jembatan bagi masyarakat dalam memperoleh akses air secara bijak dan berkelanjutan.
“Bagi kami, kehadiran FPN menjadi semacam cermin untuk melihat sisi Perhutani dari luar. Kami siap menerima kritik dan masukan yang membangun demi menjaga hutan tetap lestari,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wawan juga meminta jajarannya untuk segera menindaklanjuti surat resmi FPN Nomor: 001B/P/DMN-FPN/III/2026 terkait permohonan peninjauan dan pengawasan kegiatan pengambilan air di kawasan hutan produksi tetap.
Ia menugaskan unit terkait untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan sebelum Hari Raya Idulfitri. Sementara tindak lanjut lanjutan akan dilakukan setelah Lebaran.
“Air merupakan hal yang sangat penting sekaligus krusial bagi kehidupan. Apalagi dalam mendukung ketersediaan air bagi program pemerintah ASTA CITA II,” tegas Wawan.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Produksi, Joko Susanto, menambahkan bahwa air dan udara merupakan kebutuhan dasar bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, menurutnya diperlukan kepedulian bersama untuk menjaga keberadaan sumber daya air.
“Melalui konsolidasi dan kerja sama yang baik, kita dapat menjaga hutan tetap lestari sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua makhluk hidup,” pungkas Joko. (Eno)






