FKAUB Malang Sulut Semangat Toleransi! 1.000 Takjil Gratis & Aksi Pemuda Lintas Agama
Malang I Serulingmedia.com – Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, upaya menanamkan nilai-nilai toleransi menjadi semakin penting. Salah satu langkah nyata yang dilakukan dalam mewujudkan kehidupan harmonis antarpemeluk agama adalah melalui aksi sosial bersama.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKAUB) Malang telah menunjukkan komitmen tersebut dengan mengadakan pembagian 1.000 paket takjil gratis di depan Balai Kota Malang pada Jumat (21/3/2025). Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wadah edukasi bagi generasi muda lintas agama.
Sekretaris Jenderal FKAUB Malang, Pdt. David Tobing, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar berbagi di bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai gotong royong dan kerja sama dalam keberagaman sejak dini, sehingga generasi penerus dapat tumbuh dalam suasana kebersamaan tanpa diskriminasi. Pesan ini sejalan dengan semangat persatuan dalam kebinekaan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.
“Kami ingin menanamkan nilai gotong royong dan kerja sama dalam keberagaman sejak dini, agar generasi penerus bisa hidup rukun di tengah perbedaan,” ujarnya.
Keterlibatan anak-anak dan pemuda dari berbagai latar belakang agama dalam aksi sosial ini menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar konsep, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekerja sama dalam satu tujuan yang mulia, mereka belajar memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling membantu dan berbagi kebahagiaan.
Dukungan dari berbagai organisasi masyarakat, mahasiswa, dan komunitas keagamaan dari enam unsur agama serta penghayat kepercayaan di Malang Raya menunjukkan bahwa moderasi beragama bisa diterapkan secara nyata. Donasi dan kerja sama yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini mencerminkan semangat persaudaraan sejati di tengah perbedaan keyakinan.
Kegiatan seperti ini perlu terus diperkuat dan diperluas jangkauannya agar semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang dapat terlibat dan merasakan manfaatnya. Dengan cara ini, nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial dapat ditanamkan secara berkelanjutan, menciptakan masyarakat yang lebih damai dan saling menghargai.
Aksi FKAUB Malang menjadi contoh bahwa toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dan membangun hubungan yang harmonis. Dengan melibatkan generasi muda dalam aksi nyata seperti ini, harapan akan masa depan yang lebih rukun dan damai bukanlah sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama.( Eno )






