Eka Agustin Fu’adi, Musyrif UIN Malang yang Persembahkan Prestasi sebagai “Oleh-oleh” untuk Orang Tua

Screenshot_2025-09-15-18-54-29-936_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com – Menjadi mahasiswa sekaligus pengurus Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Musyrif) tak membuat Eka Agustin Fu’adi atau yang akrab disapa Aat berhenti menorehkan prestasi.

Di tengah padatnya amanah, mahasiswa asal Gresik itu justru membuktikan bahwa kesungguhan dalam proses akan berbuah manis.

Aat berhasil dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Da’i Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang dalam rangka Maulid Fest 2025.

Kemenangan ini bukan datang begitu saja, melainkan melalui perjuangan yang penuh jatuh bangun.

Semua berawal dari sebuah nomor tak dikenal yang mengirim poster lomba kepadanya. Tanpa ragu, mahasiswa semester 5 Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) itu langsung memutuskan ikut serta.

“Dalam waktu tiga jam saya menyusun teks, memperbaiki naskah lama dengan inovasi baru, lalu segera menghafalkannya. Saat rekaman, hujan deras turun, ponsel sempat mati total, dan saya harus melakukan take sampai lima kali sebelum puas dengan hasilnya,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, tanggung jawabnya sebagai musyrif Ma’had membuat Aat harus pandai membagi waktu antara amanah dan kompetisi. Namun berkat ketekunan, ia berhasil lolos semifinal hingga akhirnya meraih juara pertama.

Di balik prestasi yang gemilang, Aat menyimpan niat tulus: membahagiakan kedua orang tuanya. Baginya, kemenangan bukan sekadar piala atau piagam, melainkan hadiah terindah untuk ibu dan ayah.

“Setiap kali pulang, saya selalu berpikir apa yang bisa membuat orang tua tersenyum bangga. Sampai akhirnya saya sadar, prestasi dan usaha inilah oleh-oleh terbaik yang bisa saya bawa pulang,” ujarnya penuh haru.

Bagi Aat, senyum sederhana orang tua saat melihat piagam di meja rumah lebih berharga daripada apa pun.

“Ridha Allah ada pada ridha orang tua. Maka setiap penghargaan yang saya raih adalah persembahan untuk mereka,” tandasnya.

Prestasi Aat menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan niat tulus mampu mengubah perjuangan menjadi inspirasi.( Eno).