Dua Kader Coosae Batu Lolos Young Ambassador Agriculture 2026, Harumkan Nama Kota Batu
Batu | Serulingmedia.com – Koperasi Coosae Batu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua pengusaha muda binaannya berhasil lolos dalam ajang Young Ambassador Agriculture tingkat nasional tahun 2026 yang digelar Kementerian Pertanian RI.

Chief Executive Officer (CEO) Koperasi CooSAE (Smart Agriculture Ecosystem) Kota Batu, Rakhmad Hardiyanto alias Hardi, mengatakan program Young Ambassador Agriculture merupakan ajang pencarian wirausaha muda sektor pertanian dari seluruh Indonesia yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
“Program ini bertujuan untuk mencari, membina, dan menampilkan figur petani serta wirausaha muda yang inovatif dan inspiratif,” ujar Hardi di kantornya, Sabtu (15/5/2026).
Dalam seleksi nasional tersebut, Koperasi Coosae berhasil meloloskan dua kader terbaiknya, yakni Alfredo Dilan dan Rifki Nur Adian atau akrab disapa Ping.
Keduanya akan bergabung bersama 30 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dalam kegiatan Boot Camp di Bogor pada 19–21 Mei 2026.

Rifki Nur Adian mengaku bersyukur dapat lolos hingga tingkat nasional dan membawa nama Kota Batu serta Coosae.
“Alhamdulillah bisa lolos dan membawa nama Batu dan Coosae. Mohon doanya, sebelum laju ke Bogor kami harus melalui empat tahapan tes sebelumnya,” ungkap Ping.
Ping yang merupakan alumnus Polinema angkatan 2015 jurusan Administrasi Niaga itu kini memilih menekuni dunia pertanian dengan mengembangkan usaha stroberi.
Ia juga mengaku banyak mendapatkan ilmu dan wawasan usaha setelah bergabung bersama Koperasi Coosae.
Sementara itu, Hardi menegaskan mayoritas anggota Coosae saat ini didominasi kalangan muda yang aktif mengembangkan sektor pertanian modern.
“Hampir 80 persen anak muda yang tergabung di Coosae memiliki semangat besar untuk maju dan membawa nama koperasi maupun Kota Batu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, para peserta yang terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture nantinya memiliki tugas untuk mempromosikan sektor pertanian kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan kampanye, publikasi digital, talk show hingga road show pertanian.
Selain itu, peserta terpilih juga akan memperoleh berbagai fasilitas pengembangan diri dan usaha, mulai dari pelatihan agribisnis, kepemimpinan, public speaking, digital marketing, hingga pendampingan bisnis selama enam bulan bersama mentor profesional.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan figur-figur muda inspiratif di bidang pertanian sekaligus mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan dan modern. ( Eno).






