Debat Publik Kedua Pilkada Batu 2024 Bahas Pendidikan, Kesehatan, Perlindungan Anak, dan Kebudayaan

Screenshot_20241108-222357_Photo Editor Pro - Polish

 

Batu | Serulibgmedia.com – Debat publik kedua untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Batu periode 2024-2029 berlangsung meriah di Singhasari Resort, Batu, pada Jumat malam, ( 8/11/2024 ).

Debat yang digelar oleh KPU Batu ini mengusung tema Pendidikan, Perlindungan Anak, Kesehatan, dan Kebudayaan.

Ketua KPU Batu, Heru Joko Purwanto, dalam sambutannya mengajak masyarakat memanfaatkan debat ini untuk menilai program unggulan setiap pasangan calon.

“Debat ini adalah wahana penguatan untuk menentukan pilihan. Mari gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan program yang mampu memberikan penguatan kepada pemilih,” ujar Heru.

Disampaikan dengan santai, sambutan Heru diakhiri dengan tembang jula-juli khas Jawa, yang membuat suasana semakin hangat. Ia menegaskan bahwa debat ini bukanlah ajang permusuhan, melainkan kesempatan untuk saling mengenal dan bersilaturahmi.

Debat ini dimoderatori oleh Septian Wilson dan Scientea Judith Hetepeuw, dengan tiga pasangan calon yang menyampaikan visi dan misi mereka.

Pasangan Calon Nomor 1: Nurochman – Heli Suyanto

Pasangan nomor satu, Nurochman dan Heli Suyanto, menyoroti pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai prioritas mereka.

Mereka berkomitmen mencetak 50 lulusan sarjana S1 setiap tahunnya, meningkatkan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS), mengedepankan sekolah adiwiyata, serta membangun pendidikan inklusi berbasis agama.

Di bidang kesehatan, mereka berencana mewujudkan program “Satu Desa Satu Dokter” serta meningkatkan gizi anak sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, selain membina sekitar 17.000 lansia.

Untuk bidang kebudayaan, pasangan ini berjanji mendirikan sanggar kesenian di setiap desa serta membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk kemajuan kebudayaan lokal.

Pasangan Calon Nomor 2: Firhando Gumelar – H. Rudi

Pasangan nomor dua, Firhando Gumelar dan H. Rudi, menawarkan program “Satu KK Satu Sarjana” untuk meningkatkan pendidikan di Batu.

Di sektor kesehatan, mereka mengusung program “jemput orang sakit dan pulang sembuh” di mana dokter akan mengunjungi rumah-rumah warga. Untuk perlindungan anak, mereka akan menyediakan layanan bimbingan konseling, sementara dalam bidang kebudayaan, mereka berencana mengadakan Festival Budaya Batu, mendirikan museum budaya, dan mengembangkan “Satu Desa Satu Wisata” yang mempromosikan kerajinan tangan dan kuliner khas Batu.

Pasangan Calon Nomor 3: Kris Dayanti – Kresna Dewanata Phrosakh

Pasangan nomor tiga, Kris Dayanti dan Kresna Dewanata Phrosakh, berfokus pada peningkatan pendidikan secara optimal, menjamin pendidikan gratis mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP, termasuk pengadaan seragam gratis.

Untuk bidang kesehatan, mereka berjanji menyediakan layanan dokter spesialis gratis. Pasangan ini juga akan menjadikan Batu sebagai kota ramah anak dan penyandang disabilitas, serta menekan angka kekerasan.

Debat ini berlangsung lancar dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk lebih mengenal visi dan program masing-masing calon. Dengan pernyataan dan ide yang dipaparkan, setiap calon menunjukkan komitmen mereka untuk membawa perubahan positif bagi Kota Batu di masa depan.( Eno ).