Anggaran Terbatas, Target Tak Boleh Surut! Sentot Ari Wahyudi Pacu KONI Batu Kejar Emas Porprov 2027
Malang | Serulingmedia.com- Keterbatasan anggaran tak menyurutkan ambisi KONI Kota Batu memburu prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027.
Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, memilih memperketat seleksi, memaksimalkan pembinaan, dan mengarahkan sumber daya kepada atlet yang dinilai memiliki peluang kuat meraih medali emas.
Saat ini, sebanyak 214 atlet telah lolos masuk Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot). Namun, KONI Kota Batu masih membutuhkan sekitar 35 atlet untuk memenuhi kebutuhan kontingen Porprov 2027.
“Masih ada kekurangan sekitar 35 atlet. Karena itu, kami terus melakukan penjaringan sekaligus memberikan ruang kepada cabor untuk mempersiapkan atletnya,” kata Sentot, Selasa (25/8/2026).

Menurut Sentot, keterbatasan anggaran justru menuntut KONI bekerja lebih selektif. Setiap atlet yang masuk dalam program pembinaan harus memiliki dasar prestasi dan prospek yang jelas.
VO2Max Jadi Salah Satu Instrumen Seleksi
KONI Kota Batu telah melakukan serangkaian tes fisik terhadap atlet, salah satunya pengukuran VO2Max melalui metode multistage fitness test.
Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui kapasitas daya tahan fisik atlet. Standar yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga karena tuntutan fisik setiap cabor berbeda.
“Kita sudah adakan tes kapasitas paru-paru menampung oksigen atau biasa kita sebut tes VO2Max dengan menggunakan multistage test. Standar VO2Max atlet disesuaikan dengan cabang olahraga karena kebutuhan fisik antara satu cabang dengan cabang lainnya berbeda,” ujar Sentot.
Namun, tes fisik bukan satu-satunya penentu. KONI juga mempertimbangkan administrasi, komitmen, rekam prestasi, kategori usia, hingga peluang atlet menyumbangkan medali.
Atlet yang diproyeksikan memperkuat Kota Batu wajib berdomisili di Kota Batu dan menandatangani pakta integritas.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari kesiapan atlet membela daerah pada Porprov sekaligus membuka peluang memperkuat Jawa Timur apabila dipanggil ke PON.
Prioritas Atlet Pemburu Emas
Besarnya antusiasme cabor membuat jumlah atlet potensial yang dapat dibina cukup banyak. Namun, kemampuan anggaran tidak memungkinkan seluruh atlet mendapat porsi pemusatan latihan yang sama.
Karena itu, KONI memprioritaskan atlet yang memiliki rekam prestasi dan peluang medali emas.
“Karena keterbatasan anggaran, batasnya kita prioritaskan atlet yang punya prestasi medali emas,” tegas Sentot.
Untuk cabor bela diri, faktor usia dan pengalaman bertanding di kategori dewasa juga menjadi pertimbangan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan atlet sekaligus memastikan mereka memenuhi regulasi pertandingan.
Sentot menekankan seleksi harus dilakukan secara objektif dan transparan. Anggaran yang terbatas, kata dia, harus diarahkan kepada atlet yang memiliki potensi prestasi paling besar.
Puslat Digeber di Berbagai Cabor
Persiapan Porprov 2027 tidak hanya dilakukan melalui Puslatkot. KONI mendorong masing-masing cabor mulai menggelar pemusatan latihan sesuai kebutuhan.
Selain biliar di bawah POBSI, sejumlah cabor seperti wushu, MMA, tenis meja, tenis lapangan dan cabor lainnya juga mulai menjalankan latihan intensif.
Untuk wushu nomor taolu, sejumlah atlet Kota Batu dititipkan mengikuti Puslatda Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan karena tidak semua daerah memiliki pelatih dengan kualifikasi memadai untuk nomor taolu.
Sementara itu, atlet gulat dan sambo menjalani pemusatan latihan di camp gulat di Pakisaji, Kabupaten Malang. Para atlet menginap dan makan di camp tersebut agar dapat menjalani program latihan secara intensif.
KONI juga mendorong atlet mendapatkan lawan tanding dari berbagai daerah. Pertandingan yang terukur dinilai penting untuk menguji kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
“Dalam olahraga pilihan ini, atlet tidak boleh berhenti berlatih. Harus terus mencari lawan tanding yang terukur guna meningkatkan prestasi,” kata Sentot.
Ia berharap atlet gulat dan sambo mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kontingen Kota Batu.
“Harapan saya, atlet Sambo dan Gulat minimal mampu mengukir prestasi terbaik pada Porprov mendatang, khususnya dalam menyumbangkan medali emas untuk Kota Batu,” ujarnya.
Puslat Mandiri Jadi Strategi Hadapi Keterbatasan
Keterbatasan anggaran membuat KONI belum dapat menggelar pemusatan latihan secara terpusat bagi seluruh cabor. Sebagai solusi, cabor yang belum masuk program utama didorong menggelar Puslat Mandiri.
Puslat Mandiri menggunakan pagu anggaran yang telah disiapkan KONI sesuai alokasi masing-masing cabor.
“Cabor-cabor lain yang tidak masuk dalam pemusatan utama kami imbau tetap menggelar Puslat Mandiri dengan menggunakan anggaran pagu yang telah disiapkan KONI sesuai alokasi masing-masing cabor,” jelas Sentot.
Untuk 214 atlet yang sudah terpilih, program latihan intensif pada fase pertama berlangsung selama tiga bulan. Pembinaan kemudian dilanjutkan secara intensif sepanjang 2027 hingga menjelang Porprov.
Namun, daftar atlet tersebut belum final. KONI masih membuka peluang bagi atlet lain untuk masuk melalui jalur prestasi.
Sejumlah kejuaraan daerah masih berlangsung hingga Desember 2026. Atlet yang mampu menunjukkan performa impresif dan memenuhi kriteria prestasi masih dapat dipertimbangkan masuk dalam komposisi kontingen.
“Komposisi 214 atlet saat ini masih dinamis. Kami terus membuka peluang penambahan kuota bagi atlet-atlet potensial yang mampu menunjukkan performa impresif di ajang mendatang,” kata Sentot.
Bagi Sentot, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menurunkan target. Justru kondisi tersebut menjadi dasar bagi KONI Kota Batu untuk menyeleksi atlet secara lebih ketat dan mengoptimalkan setiap rupiah anggaran pembinaan.
Dana boleh terbatas, tetapi target prestasi tidak boleh ikut terbatas. KONI Kota Batu kini menempatkan medali emas sebagai orientasi utama dalam menyiapkan kontingen menuju Porprov Jatim 2027. ( Eno)






