16 Rektor PTN dan PTKIN Jatim Teken Komitmen Hijau Bersama Wali Kota Batu
Batu | Serulingmedia.com – Sebanyak 16 rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Timur menandatangani Komitmen Hijau Berkelanjutan bersama Wali Kota Batu dalam Rapat Kerja Paguyuban Rektor PTN-PTKIN Jatim, Kamis (26/6/2025). Momen bersejarah ini berlangsung di Gedung Graha Pancasila Amongtani, Kota Batu.
Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Program SDGs” ini menjadi penanda awal sinergi baru antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selaku tuan rumah, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Pemerintah Kota Batu. Ia menyebut forum rektor menjadi ajang silaturahmi dan sinergi untuk kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Timur.
“Kampus bukan hanya pusat ilmu, tapi juga harus menjadi pionir perubahan sosial dan lingkungan. MoU ini akan mendorong tri dharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Prof. Zainuddin.

Senada, Ketua Paguyuban Rektor PTN-PTKIN Jatim, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., mengajak seluruh pimpinan kampus untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan zaman. “Dalam era demokrasi ini, kita harus mengambil sikap positif dan kolaboratif,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., menegaskan kesiapan Kota Batu sebagai living laboratory atau laboratorium hidup untuk pengembangan teknologi ramah lingkungan bersama dunia akademik.
“Kami sedang mendorong program ekonomi kreatif berbasis agro dan spiritual, salah satunya Botanical Garden Spiritual. Selain itu, kami siapkan alokasi Rp 5 miliar untuk memperkuat pemerintahan desa sebagai ujung tombak pembangunan,” ungkapnya.
Adapun isi komitmen yang ditandatangani bersama mencakup enam poin utama:
Mendukung percepatan pencapaian SDGs di Indonesia.
Integrasi prinsip SDGs dalam kebijakan, kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat.
Transformasi kampus dan kota menjadi pusat inovasi hijau.
Pengurangan jejak karbon dan efisiensi energi.
Penguatan kolaborasi lintas sektor melalui skema pentahelix.
Edukasi publik dan pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
Para rektor yang hadir berasal dari berbagai kampus ternama, antara lain Universitas Airlangga (UNAIR), ITS, Universitas Brawijaya (UB), UM, UNESA, serta UIN dari Surabaya, Jember, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, hingga Madura.
Selain penandatanganan deklarasi, rapat kerja juga membahas langkah konkret dukungan terhadap agenda hijau, termasuk kolaborasi riset, pertukaran teknologi hijau, serta penguatan jejaring pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.
Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan gerakan hijau tidak berhenti sebagai dokumen simbolik, melainkan hidup dan menyala di ruang-ruang pendidikan, riset, hingga kehidupan mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan. (Eno)






