Salam Loman Sugih: Gajah Purwo Nusantara dan Semangat Kebersamaan dalam Acara Bersholawat di  Desa Jajag Banyuwangi

gajah purwo nusantara.jpeg3

Banyuwangi I Serulingmedia.com Menjadi malam yang penuh berkah dan kebersamaan di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Acara bersih dusun dan bersholawat dengan tema “Mahabbatun Nabi” yang diselenggarakan oleh Pemuda Krajan dan Anshor Jajag berhasil mengundang ribuan jamaah dari berbagai kalangan, Senin malam ( 12/8/2024 ).

Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-79.

Kegiatan dimulai dengan gotong royong membersihkan dusun, sebuah inisiatif yang mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan bersih dusun ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa. Kebersihan lingkungan adalah wujud nyata dari cinta tanah air, yang sejalan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kebersihan sebagai sebagian dari iman.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, salah satunya adalah Yayasan Gajah Purwo Nusantara (GPN) Cabang Banyuwangi. GPN, dengan semboyannya “Salam Loman Sugih,” membuka tenda Dapur Gajah Purwo Nusantara yang menyediakan makanan dan minuman gratis bagi para jamaah. Sebanyak 5000 porsi makanan dan minuman disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para jamaah yang hadir, memberikan kenyamanan selama mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kehadiran GPN Banyuwangi, yang selalu bergerak dalam sunyi dan berkah, adalah bentuk solidaritas dan dukungan nyata bagi jamaah yang mengikuti sholawat.

Gus Dion Widiyono, koordinator GPN Banyuwangi, menyatakan, “Kami hadir untuk menyupport jamaah yang mengikuti acara sholawat dengan menyediakan makanan dan minuman gratis, sehingga warga bisa nyaman mengikuti acara hingga selesai.”

GPN tidak hanya hadir di acara ini, tetapi juga dikenal sebagai pendukung setia di setiap pengajian dan haul ulama besar di Tanah Air. Dengan konsistensi mereka dalam menyediakan ribuan porsi makanan dan minuman gratis, GPN telah menjadi simbol kebersamaan dan keberkahan di berbagai acara keagamaan di Indonesia.

Diiringi lantunan sholawat, ribuan jamaah yang hadir larut dalam suasana spiritual yang khusyuk, sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme. Sholawat dan peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi satu kesatuan yang utuh dalam menguatkan ikatan spiritual dan cinta tanah air. Acara ini juga menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus terus dipelihara, tidak hanya dalam bentuk perayaan, tetapi juga melalui kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan acara ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antara pemuda, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kebersihan lingkungan, dan membangun semangat kebersamaan yang kokoh.

Di tengah dinamika kehidupan modern yang seringkali menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebersamaan, kegiatan seperti ini menjadi oase yang menyegarkan. Kebersamaan dalam bersholawat dan menjaga kebersihan dusun, yang sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-79, adalah cerminan dari semangat gotong royong dan cinta tanah air yang terus hidup dalam masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi dusun-dusun lain untuk mengadakan acara serupa, yang tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan nasionalisme dalam Masyarakat. ( Eno )