UIN Maliki Malang Targetkan Tanam 2.000 Pohon Buah, Rektor: Kita Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita

2268591_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., mengawali gerakan penanaman pohon buah di kawasan Kampus 3 UIN Maliki Malang, Tlekung, Kota Batu, Minggu (1/11/2026).

Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII UIN Maliki Malang.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kawasan pendidikan yang hijau, sehat, serta berkelanjutan.

Rektor mengawali penanaman secara simbolis dengan menanam pohon manggis. Selanjutnya, Ketua Ikatan Alumni (IKA) UIN Maliki Malang, Hasanudin Wahid, bersama jajaran pimpinan dan peserta kegiatan turut melakukan penanaman.

Berbagai jenis tanaman buah disiapkan untuk menghijaukan kawasan kampus, di antaranya manggis, mangga, matoa, dan asam jawa.

Buah dari tanaman tersebut nantinya diharapkan dapat dinikmati mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh warga kampus.

Dalam sambutannya, Ilfi mengajak seluruh sivitas akademika dan alumni menjadikan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap alam.

“Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tegasnya.

Menurut Ilfi, penanaman pohon buah memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar memperindah lingkungan.

Keberadaan pohon juga memberikan manfaat ekologis sekaligus menghadirkan hasil yang dapat dinikmati bersama.

“Kenapa buah-buahan yang ditanam di sini? Karena nantinya kalau berbuah bisa dinikmati oleh para mahasiswa dan mahasiswi semuanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gerakan penghijauan tersebut melengkapi kegiatan Fun Run dan Fun Walk yang sebelumnya digelar pada pagi hari.

Jika olahraga bertujuan menjaga kesehatan tubuh, penanaman pohon menjadi ikhtiar menjaga kesehatan bumi.

“Sehat alamnya, sehat jiwanya, sehat raganya. Tadi pagi kita sudah Fun Run dan Fun Walk untuk menjaga kesehatan raga. Sekarang kita menanam pohon supaya buminya sehat,” katanya.

Ilfi juga mengingatkan bahwa pembangunan kampus tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan beton.

Pengembangan kawasan pendidikan harus berjalan seimbang dengan pelestarian lingkungan.

“Kita tidak hanya menanam beton, tetapi harus diimbangi dengan menanam pohon,” tandasnya.

Ia mengaitkan gerakan tersebut dengan ajaran Rasulullah SAW tentang keutamaan menanam pohon.

Setiap tanaman yang memberikan manfaat bagi makhluk hidup, termasuk burung dan manusia yang menikmati buahnya, bernilai sedekah.

“Barang siapa menanam pohon, kemudian buahnya dimakan oleh makhluk Allah yang lain, baik burung maupun yang lainnya, maka itu dihitung sebagai sedekah. Apalagi kalau dimakan sesama manusia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilfi menyampaikan, gerakan penghijauan di Kampus 3 tidak berhenti pada penanaman simbolis.

Kampus memiliki lahan sekitar 120 hektare yang dapat dikembangkan sebagai kawasan hijau.

UIN Maliki Malang juga menargetkan penanaman hingga 2.000 pohon secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Dukungan bibit datang dari berbagai pihak, termasuk hibah dari BSN yang jumlahnya mendekati 150 pohon serta kontribusi sponsor lainnya. Bahkan, terdapat pihak yang memberikan bantuan hingga 100 pohon.

Ilfi berharap seluruh pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam beberapa tahun mendatang.

“Tidak hari ini semua ditanam. Kita punya ruang dan waktu untuk menanam 2.000 pohon. Sekarang kita mulai secara simbolis. Semoga pohonnya tidak mati, tumbuh sehat, dan tiga, lima, atau sepuluh tahun lagi buahnya bisa dinikmati seluruh sivitas akademika,” harapnya.

Ia menambahkan, keindahan Kampus 3 UIN Maliki Malang tidak cukup hanya ditunjukkan melalui bangunan yang kokoh dan megah.

Kampus juga harus memiliki lingkungan yang asri, bumi yang sehat, dan pepohonan yang memberikan kehidupan.

Melalui gerakan tersebut, UIN Maliki Malang ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengabdian dan tanggung jawab bersama.

Penanaman pohon buah itu sekaligus menjadi pesan bahwa perayaan Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII bukan sekadar momentum mengenang perjalanan sejarah kampus, melainkan juga menanam harapan bagi generasi mendatang.

“Selamat Dies Natalis ke-65 dan Lustrum ke-13. UIN semakin jaya!” seru Ilfi yang disambut antusias peserta.
UIN Maliki Malang, unggul dan bereputasi internasional. ( Eno)