Unitomo Kembangkan KarirPedia Berbasis AI, Jembatani Lulusan dengan Kebutuhan Dunia Industri

2268703_11zon

Teknologi Kecerdasan Buatan Petakan Kompetensi, Analisis CV hingga Rekomendasi Pekerjaan

Surabaya | Serulingmedia.com – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya terus berinovasi mengembangkan KarirPedia, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Inovasi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi portal informasi lowongan pekerjaan, tetapi berkembang menjadi sistem pendukung kesiapan karier yang mampu memetakan kompetensi, menganalisis potensi, serta memberikan rekomendasi pekerjaan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Pengembangan KarirPedia mendapat dukungan pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Memasuki tahun kedua penelitian, tim peneliti Unitomo menggelar Focus Group Discussion (FGD) I bertema “Validasi Teknis dan Pengujian Prototipe AI Career Development Center (AI-CDC)” pada 30–31 Oktober 2026 di Ruang Soemantri, Gedung A, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya.

Penelitian yang dipimpin Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M. tersebut mengangkat judul “Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan AI-Based Career Readiness Model dalam Optimalisasi Sebaran Lulusan Perguruan Tinggi pada Dunia Usaha dan Dunia Industri.”

KarirPedia dirancang dengan sejumlah fitur unggulan, antara lain analisis curriculum vitae (CV), simulasi wawancara berbasis AI, pemetaan kesenjangan keterampilan (skill gap), serta rekomendasi kecocokan pekerjaan (job matching).

Melalui fitur tersebut, mahasiswa dan lulusan dapat mengetahui kompetensi yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi keterampilan yang masih perlu ditingkatkan sebelum memasuki dunia kerja.

“Orientasi penelitian kami adalah menghadirkan sistem yang dapat dimanfaatkan secara nyata. Lulusan perlu mengetahui kesiapan dirinya, perguruan tinggi membutuhkan informasi tentang kesenjangan kompetensi, sementara dunia industri memerlukan calon tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan,” jelas Meithiana.

Menurutnya, KarirPedia diharapkan menjadi penghubung berbasis data antara kebutuhan lulusan, perguruan tinggi, dan dunia industri.

Hasil asesmen platform ini nantinya juga berpotensi menjadi bahan evaluasi perguruan tinggi dalam memperkuat kurikulum, meningkatkan layanan pusat karier, menyusun program pelatihan, serta memperluas kerja sama dengan dunia industri.

Lima Perspektif Perkuat Pengembangan KarirPedia

Untuk mematangkan pengembangan dan implementasi platform, FGD menghadirkan lima narasumber dari berbagai bidang keahlian, meliputi praktisi koperasi, penjaminan mutu pendidikan tinggi, hukum, pengembangan talenta digital, dan komunikasi digital.

Muhaimin Nur Rizqi, S.E., Manager Koperasi Desa Merah Putih Blongsong, Kecamatan Baureno, memberikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi dan peluang kerja dalam pengembangan ekonomi desa.

Menurut perspektif tersebut, KarirPedia perlu memperhatikan peluang kerja yang lebih luas, tidak hanya pada perusahaan besar, tetapi juga sektor koperasi dan pengembangan ekonomi lokal.

Dari perspektif penjaminan mutu pendidikan tinggi, Dr. Muh Barid Nizarudin Wajdi, M.A., Ketua LPM STAI Miftahul Ula, menegaskan bahwa kesiapan kerja tidak cukup diukur berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) ataupun satu skor hasil analisis AI.

Penilaian kesiapan karier harus mencakup kompetensi teknis, portofolio, pengalaman magang dan proyek, kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, hingga sikap dan etika kerja.

Ia juga merekomendasikan agar hasil penilaian ditampilkan berdasarkan indikator yang jelas, dapat dijelaskan kepada pengguna, melibatkan dosen atau konselor karier, serta divalidasi menggunakan data tracer study alumni.

Dengan demikian, KarirPedia dapat berkembang menjadi instrumen pendukung penjaminan mutu perguruan tinggi sekaligus alat pemetaan kesiapan kerja lulusan.

Sementara itu, Dr. Yovan Iristian, S.H., M.H., Perancang Peraturan Perundang-undangan dari Kementerian Hukum RI, menyoroti aspek hukum dan keamanan data dalam pengembangan platform berbasis AI.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, kejelasan dasar pemrosesan data, keamanan sistem, transparansi algoritma, serta pencegahan bias dan diskriminasi dalam pemberian rekomendasi karier.

Yovan juga merekomendasikan penyusunan prosedur pengelolaan dan akses data, pengujian keamanan sistem, evaluasi keadilan algoritma, serta audit berkala sebelum KarirPedia diterapkan secara lebih luas.

Perspektif pengembangan kompetensi digital disampaikan Bagus Winarko, S.Kom., M.T., Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya,

Kementerian Komunikasi dan Digital.
Ia memberikan perhatian pada pentingnya penguasaan kompetensi digital dan AI yang relevan dengan transformasi dunia kerja.

Pemetaan kesenjangan kompetensi melalui KarirPedia diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan rekomendasi peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) sesuai kebutuhan pengguna dan perkembangan industri.

Adapun dari bidang komunikasi digital, Dr. Anam Miftakhul Huda, S.I.Kom., M.I.Kom., Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, menekankan pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dalam keberhasilan implementasi KarirPedia.

Platform harus memiliki tampilan yang mudah digunakan, informasi yang jelas dan konsisten, rekomendasi yang dapat diverifikasi, serta transparansi dalam pemanfaatan teknologi AI.

Selain itu, dukungan manusia tetap diperlukan ketika pengguna membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil analisis maupun rekomendasi sistem.

Pengujian dan evaluasi secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting agar teknologi tersebut mudah dipahami, dipercaya, dan benar-benar dimanfaatkan mahasiswa maupun lulusan.

Melalui penelitian RIIM BRIN–LPDP ini, Unitomo berharap KarirPedia dapat berkembang menjadi inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesiapan kerja lulusan.

Lebih dari sekadar membantu pencari kerja menemukan pekerjaan, platform ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kompetensi, menjadi bahan evaluasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan, Unitomo berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan karier, sehingga lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap menyandang gelar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. (Eno)