Duet Pencak Silat Mahasiswa Psikologi UIN Malang Sabet Juara Harapan 1 Maliki Got Talent
Malang | Serulingmedia.com — Kekompakan dua mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Nur Hidayatul Musthofa dan Asmaul Husna, mengantarkan keduanya meraih Juara Harapan 1 Maliki Got Talent (MGT) melalui penampilan pencak silat ganda.
Keduanya tampil dalam ajang Maliki Got Talent yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII UIN Malang.
Penampilan pencak silat ganda tersebut menonjolkan sinkronisasi gerak, koordinasi, serta penguasaan teknik bela diri secara berpasangan.
Nur Hidayatul Musthofa dan Asmaul Husna menjadi salah satu perwakilan Fakultas Psikologi yang menunjukkan potensi mahasiswa di bidang nonakademik.
Melalui penampilan tersebut, keduanya juga turut memperkenalkan pencak silat sebagai seni bela diri yang dapat dikemas dalam pertunjukan kompetitif di lingkungan kampus.
Berdasarkan keputusan dewan juri, posisi Juara 1 diraih Daffa Q. B. dan Ilham Dwi S. dari Fakultas Ekonomi melalui penampilan Magic Comedy. Juara 2 diraih Imam Subandi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melalui menyanyi campur sari.
Sementara Juara 3 diraih Lailatul Fariha dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) melalui tari tradisional.
Pada kategori juara harapan, Nur Hidayatul Musthofa dan Asmaul Husna menempati posisi Juara Harapan 1. Juara Harapan 2 diraih Nasywa Amelia Diva dari FKIK melalui penampilan menyanyi solo.
Sementara Juara Harapan 3 diraih 23 dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas Humaniora melalui Tari Saman.
Ajang Maliki Got Talent menjadi ruang bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk menampilkan kreativitas serta bakat mereka.
Beragam penampilan disuguhkan dalam kompetisi tersebut, mulai dari musik, tarik suara, tari tradisional, hingga seni bela diri.
Bagi Fakultas Psikologi, capaian tersebut menambah partisipasi mahasiswa dalam rangkaian Dies Maulidiyah ke-65 dan Lustrum XIII UIN Malang.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus tidak hanya berkembang melalui bidang akademik, tetapi juga melalui seni, olahraga, dan budaya.( Eno).
