Bridging Futures YSEALI-US Bekali 150 Mahasiswa UIN Malang Strategi Tembus Program Internasional

2118233_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Sebanyak 150 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dibekali strategi dan pengalaman untuk mengikuti berbagai program internasional melalui Sharing Session “Bridging Futures: YSEALI – US Mobility Mentoring Program” yang berlangsung di Humaniora Hall, Kampus UIN Malang, Sabtu (3/10/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, informasi, sekaligus mentoring bagi mahasiswa mengenai peluang mobilitas internasional, khususnya program ke Amerika Serikat.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag. Hadir pula Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Dr. Begum Fauziyah, Kepala International Office UIN Malang Faridatun Nikmah, M.Pd., serta Kepala Pusat Career Development Center (CDC) Dr. Ahmad Ghozi.

Dalam sambutannya, Prof. Triyo menegaskan bahwa program internasional merupakan salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan.

“Program ini merupakan langkah strategis dalam mendorong mahasiswa dan generasi muda kita untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring internasional, serta mengasah jiwa kepemimpinan,” ujar Triyo.

Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara serius apabila ingin mengambil peluang internasional.

 

Kesempatan global, kata Triyo, tidak cukup hanya diikuti dengan keberanian mendaftar, tetapi membutuhkan persiapan, komitmen, dan visi yang jelas.

“Keberhasilan meraih kesempatan global membutuhkan persiapan yang matang, komitmen, serta visi yang jelas untuk membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Triyo juga mendorong mahasiswa agar tidak takut keluar dari zona nyaman. Pengalaman mengikuti program internasional diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kontribusi bagi kampus, masyarakat, dan lingkungan yang lebih luas.

“Manfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. Jadilah pemuda yang berani bermimpi besar, berani melangkah keluar dari zona nyaman, dan siap menjadi agen perubahan (agent of change) tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di kancah global,” katanya.

Sharing session tersebut menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dalam program kepemudaan dan mobilitas internasional, yakni Barry A. dari United In Diversity Civic Engagement YSEALI AFP – University of Nebraska, serta Kauna Bismie Abargiel, YSEALI AFP – Northern Arizona University. Kauna juga merupakan alumni UIN Malang dan Head of PKBM Muslimat NU Sumenep.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), sebuah inisiatif yang memberikan kesempatan kepada generasi muda Asia Tenggara untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring, serta memperoleh pengalaman melalui berbagai program dan kegiatan di Amerika Serikat.

Tidak hanya memperkenalkan YSEALI, sesi mentoring juga membahas berbagai aspek yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum mengikuti program internasional.

 

Materi mencakup pengembangan profil diri, pengalaman organisasi dan kegiatan sosial, kemampuan komunikasi, hingga strategi menyusun aplikasi yang relevan dan kompetitif.

Para peserta juga memperoleh gambaran mengenai proses serta pengalaman mengikuti program mobilitas internasional. Informasi tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami kompetensi dan kesiapan yang diperlukan sebelum mendaftarkan diri dalam berbagai program global.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Malang dalam memperluas akses mahasiswa terhadap informasi dan peluang internasional.

 

Kolaborasi antara International Office, fakultas, dan Career Development Center (CDC) diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih terintegrasi kepada mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kesempatan akademik, kepemudaan, dan pengembangan kapasitas di tingkat global.

Melalui Bridging Futures, 150 mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada peluang mobilitas ke Amerika Serikat, tetapi juga didorong mulai membangun profil, pengalaman, kemampuan komunikasi, dan jejaring internasional sejak dini.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa UIN Malang diharapkan semakin siap mengambil bagian dalam berbagai program internasional sekaligus membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi kampus dan masyarakat. ( Eno).