Logo 25 Tahun Kota Batu Diluncurkan, Nurochman: Maju Boleh, Alam Jangan Dikorbankan
Batu | Serulingmedia.com – Seperempat abad menjadi momentum bagi Kota Batu untuk menengok kembali arah pembangunannya.
Wali Kota Batu Nurochman meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu dengan pesan tegas: kota boleh maju, tetapi alam tak boleh menjadi korban pembangunan.
Logo HUT ke-25 Kota Batu diluncurkan di panggung areal Taman Balai Kota Among Tani, Kamis malam (17/9/2026).
Mengusung tagline “Kreatif SAE”, peringatan tahun ini membawa tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan.”
Logo angka 25 tampil dinamis dengan perpaduan siluet gunung, daun dan simbol alam lainnya. Unsur tersebut merepresentasikan potensi Kota Batu sekaligus menegaskan karakter kota yang bertumpu pada alam, pertanian, pariwisata dan pangan.
Nurochman mengatakan logo itu tidak semestinya berhenti sebagai ornamen perayaan.
Logo tersebut harus menjadi pengingat arah perjalanan Kota Batu: apa yang harus dijaga dan untuk siapa pembangunan dilakukan.
Kreativitas untuk Kota yang Terus Berubah
Tagline “Kreatif SAE” menjadi semangat baru Kota Batu pada 2026, menggantikan tagline sebelumnya, “Sedoyo Sae.”

Nurochman mengatakan kreativitas dibutuhkan bukan hanya dalam pengembangan ekonomi daerah, tetapi juga dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Pemerintah, kata dia, tidak bisa terus menggunakan cara lama untuk menghadapi persoalan yang terus berubah.
“Kreativitas hari ini menjadi tuntutan kita semuanya. Kita harus lebih kreatif di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nurochman.
Kreativitas itu juga diarahkan untuk menggali potensi ekonomi kreatif, termasuk gastronomi yang memiliki keterkaitan dengan pertanian, makanan tradisional dan sejarah pangan masyarakat Batu.
Kota Batu kini mengusung konsep agrokreatif bidang gastronomi dalam proses seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Nurochman berharap proses tersebut menghasilkan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi kado bagi Kota Batu pada usia ke-25.
Bangkit Bersama, Bukan Pemerintah Sendiri
Tema “Bangkit Bersama” menjadi pesan lain yang ditekankan Nurochman.
Menurut dia, pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Pemerintah harus berjalan bersama masyarakat, mendengar persoalan warga dan mencari jalan keluar secara bersama-sama.
“Pemerintah harus mampu berjalan bersama masyarakat, mendengar persoalan yang ada, dan mencari jalan keluar bersama-sama. Sebab Kota Batu ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh warga yang hidup, bekerja, dan membangun harapan di dalamnya,” katanya.
Ia menyebut petani, pelaku usaha, pelaku pariwisata, komunitas, anak muda hingga masyarakat luas memiliki peran dalam menentukan masa depan Kota Batu.
Maju Boleh, Alam Jangan Dikorbankan
Di tengah dorongan pembangunan, Nurochman menempatkan isu lingkungan sebagai pesan utama HUT ke-25.
Kota Batu, kata dia, tumbuh dari kekuatan alam. Lingkungan, pertanian, pariwisata, pangan dan ruang hidup masyarakat menjadi bagian dari karakter kota.
Karena itu, pembangunan tidak semestinya berjalan dengan mengorbankan sumber daya yang menjadi fondasi kehidupan Kota Batu.
“Ketika kita berbicara tentang kemajuan, kita juga harus bertanya apa yang kita tinggalkan untuk generasi setelah kita,” ujarnya.
Menjaga alam, menurut Nurochman, bukan sekadar slogan perayaan. Prinsip tersebut harus masuk ke dalam dasar pengambilan kebijakan Pemerintah Kota Batu.
Pesan itu kemudian dirangkum dalam semangat “mBatu SAE Berkelanjutan.”
Nurochman berharap lima tahun ke depan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga perubahan yang dirasakan masyarakat: kesempatan yang lebih luas ekonomi lokal yang semakin kuat, lingkungan yang tetap terjaga serta pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.
Logo sebagai Pengingat, Bukan Sekadar Seremoni

Nurochman meminta logo HUT ke-25 tidak berhenti sebagai gambar yang menghiasi kegiatan seremonial.
“Jadikan logo ini sebagai pengingat atas pekerjaan kita bersama, bahwa perjalanan 25 tahun ini belumlah selesai, bahwa masih ada yang harus kita benahi, dan bahwa lima tahun ke depan adalah kesempatan kita untuk membuktikannya,” tegasnya.
Peluncuran logo tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu 2026.
Badrut: Maju Boleh, Alam Jangan Dikorbankan
Ketua Panitia Hari Jadi ke-25 Kota Batu, Badrut Tamam Widagdo, mengatakan seperempat abad merupakan penanda penting perjalanan Kota Batu.
Menurut Badrut, Batu telah berkembang dari kota administratif menjadi kota wisata yang dikenal secara nasional bahkan internasional.
Namun perkembangan tersebut, kata dia, harus tetap berpijak pada kekuatan alam yang menjadi identitas Kota Batu.
Ia menyebut tiga pesan utama dalam rangkaian HUT ke-25, yakni bangkit bersama, menjaga alam raya dan pembangunan berkelanjutan.
“Setelah 25 tahun, kita selayaknya sanggup bangkit bersama antar-stakeholder, antar-kelompok masyarakat: petani, pelaku wisata, seniman, UMKM, ASN, anak muda dan seterusnya untuk bekerja sama,” kata Badrut.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan Kota Batu tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan.
“Batu lahir dari alam, kita dianugerahi udara yang sejuk, gunung-gunung yang indah, yang merupakan bagian dari jati diri kita. Maju boleh, tapi alam mohon tidak untuk dikorbankan,” ujarnya.
Badrut berharap seluruh elemen masyarakat ikut mendukung rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Batu, bukan sekadar agar perayaannya sukses, tetapi agar momentum seperempat abad tersebut menjadi pijakan untuk perjalanan Kota Batu yang lebih berkelanjutan.( Eno).
