UIN Malang Bongkar Tantangan Well-Being Siswa, Sekolah dan Orang Tua Diminta Tak Jalan Sendiri
Malang | Serulingmedia.com – Kesejahteraan siswa tidak cukup dijaga dari ruang kelas. Dukungan keluarga menjadi bagian penting yang menentukan bagaimana anak tumbuh, belajar, dan menghadapi lingkungan sosialnya.
Karena itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendorong sekolah dan orang tua berhenti berjalan sendiri-sendiri dalam mendukung well-being siswa.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pengembangan Model Kolaborasi Sekolah-Keluarga untuk Meningkatkan Well-Being Siswa di Desa Gubugklakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang” di SDN 02 Gubugklakah, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut melibatkan wali murid siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Ketua tim pengabdian, Fina Hidayati, menegaskan bahwa well-being siswa tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Anak hidup dalam dua lingkungan utama, yakni sekolah dan keluarga, sehingga keduanya harus memiliki hubungan yang saling menguatkan.
“Anak menghabiskan waktu di dua lingkungan utama, yaitu sekolah dan keluarga. Karena itu, upaya meningkatkan well-being siswa tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah,” ujar Fina.
Menurut dia, persoalan perkembangan anak membutuhkan komunikasi terbuka antara guru dan orang tua.
Sekolah perlu memahami kondisi anak di rumah, sementara orang tua juga perlu memahami kebutuhan perkembangan anak di lingkungan pendidikan.
“Kami ingin mendorong agar orang tua dan sekolah menjadi mitra yang saling mendukung, berkomunikasi, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan anak,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ria Norfika Yuliandari, M.Pd. menjadi pemateri. Para wali murid diberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sekaligus kesejahteraan siswa.
Model kolaborasi yang dikembangkan UIN Malang menempatkan orang tua bukan sekadar sebagai penerima informasi dari sekolah. Mereka didorong menjadi mitra aktif dalam proses pendidikan dan perkembangan anak.
Kepala SDN 02 Gubugklakah, Andik Subianto, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kerja sama dengan perguruan tinggi memberikan tambahan wawasan bagi sekolah maupun orang tua dalam mendampingi siswa.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena memberikan tambahan wawasan dan dukungan bagi sekolah maupun orang tua dalam mendampingi anak,” ungkap Andik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga hubungan antara sekolah, keluarga, dan perguruan tinggi tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi siswa.
Tim pengabdian terdiri atas Fina Hidayati sebagai ketua, bersama Nailul Fauziyah, Yhadi Firdiansyah, dan mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ingin membangun kesadaran bahwa pendidikan anak bukan pekerjaan satu pihak.
Sekolah memiliki ruang pendidikan, keluarga memiliki ruang pengasuhan, dan keduanya harus bertemu dalam satu kepentingan: memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, positif, dan mendukung kesejahteraannya.
Pengabdian di Gubugklakah itu sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan membawa pendekatan akademik untuk menjawab kebutuhan nyata sekolah dan keluarga.( Eno).
