Arabic Camp Al Hikmah IIBS Batu, 104 Siswa Didorong Berani Berbahasa Arab

2017810_11zon

Batu | Serulingmedia.com — SMA Al Hikmah IIBS Batu mendorong siswa meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab melalui program Arabic Camp yang digelar di kompleks Al Hikmah IIBS Batu, Jumat-Sabtu (11-12 September 2026).

 

Kegiatan yang dikemas dalam konsep Camp Jumat-Sabtu (Cajusa) itu diikuti 104 siswa jenjang SMA sederajat dari sejumlah sekolah di Kota Batu dan Malang.

Kepala SMA Al Hikmah IIBS Batu, Ahmad Fais, mengatakan Arabic Camp menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab siswa melalui pembelajaran yang lebih banyak memberikan ruang praktik.

 

Menurut Fais, kemampuan bahasa Arab tidak cukup hanya diperoleh melalui pembelajaran teori di dalam kelas.

 

Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk menggunakan bahasa tersebut secara langsung dalam interaksi sehari-hari.

 

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Arab para siswa. Kami ingin mereka tidak hanya memahami bahasa Arab secara teori, tetapi juga berani menggunakannya dalam komunikasi,” ujar Fais.

 

Ia menjelaskan, konsep Cajusa memberikan suasana berbeda bagi siswa dalam belajar.

 

Lingkungan cajusa memungkinkan peserta berinteraksi lebih intensif, sekaligus melatih keberanian mereka menggunakan bahasa Arab.

 

Bagi Fais, keberanian berbicara menjadi salah satu kunci dalam mengembangkan kemampuan bahasa asing.

 

Karena itu, siswa perlu dibiasakan berkomunikasi tanpa terlalu takut melakukan kesalahan.

 

“Bahasa itu harus dipraktikkan. Dengan sering berkomunikasi, kemampuan mereka akan berkembang. Kami berharap kegiatan seperti ini membuat siswa semakin percaya diri menggunakan bahasa Arab,” katanya.

Arabic Camp tersebut melibatkan siswa dari tujuh sekolah, yakni SMA Al Hikmah IIBS, Arohmah Tahfiz Putra, Al Izzah, Al Irsyad, MAN 2 Batu, MA Ma’arif Batu, dan MA Bilingual.

 

Kehadiran siswa dari berbagai sekolah membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan bahasa Arab.

 

Arabic Camp juga menjadi ruang perjumpaan antarsiswa untuk membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring persahabatan.

 

Sebanyak 104 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana Camp.

 

Model pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa melalui interaksi yang lebih natural dan tidak terbatas pada suasana kelas.

 

Pembelajaran bahasa asing selama ini kerap menghadapi persoalan klasik. Siswa mampu menghafal kosakata dan memahami tata bahasa, tetapi belum tentu memiliki keberanian untuk berbicara.

 

Arabic Camp berupaya menjawab persoalan tersebut dengan menghadirkan ruang praktik.

 

Siswa didorong untuk menjadikan bahasa Arab sebagai alat komunikasi, bukan sekadar materi pelajaran.

 

Melalui kegiatan ini, SMA Al Hikmah IIBS Batu ingin mengubah pola belajar bahasa Arab dari sekadar menghafal menjadi membiasakan diri menggunakan bahasa.

 

Interaksi antarpeserta menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan diri siswa.

 

Fais menilai pembiasaan menjadi faktor penting dalam penguasaan bahasa.

 

“Kalau siswa terbiasa mendengar dan berbicara bahasa Arab, mereka akan semakin percaya diri. Karena itu, lingkungan belajar yang mendukung sangat penting,” ujar Fais.

 

Selain meningkatkan kompetensi komunikasi, keterlibatan tujuh sekolah dalam Arabic Camp menunjukkan adanya ruang kolaborasi antarlembaga pendidikan di Malang dan Batu.

 

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman siswa sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kegiatan pembelajaran bahasa Arab secara bersama-sama.

 

Bagi SMA Al Hikmah IIBS Batu, Arabic Camp bukan sekadar kegiatan perkemahan.

 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan siswa.

 

Pada akhirnya, keberhasilan pembelajaran bahasa Arab tidak hanya diukur dari kemampuan siswa menghafal kosakata atau memahami tata bahasa.

 

Kemampuan tersebut akan semakin bermakna ketika siswa berani berbicara, mampu berinteraksi, dan menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. ( Eno).