BBM Jeneponto Tak Langka, Panic Buying Bikin Antrean Mengular

2010114_11zon

Jeneponto | Serulingmedia.com — Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Jeneponto. Namun, antrean itu bukan karena stok bahan bakar minyak (BBM) menipis. Pemerintah Kabupaten Jeneponto memastikan pasokan dari Pertamina justru meningkat.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., turun langsung memantau kondisi tersebut.

 

Sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM Kabupaten Jeneponto, Aspa mengecek tiga SPBU untuk memastikan ketersediaan sekaligus mengurai penyebab antrean.

Hasilnya, Satgas tidak menemukan kelangkaan BBM maupun kekurangan pasokan dari Pertamina. Pasokan yang diterima SPBU bahkan disebut lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Dari tiga SPBU yang kami pantau, tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi adalah antrean akibat panic buying masyarakat. Pasokan dari Pertamina justru bertambah dari sebelumnya,” kata Aspa Muji melalui pesan singkat kepada Humas Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Jum’at ( 11/9/2026).

Fakta itu sekaligus membantah kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat. Antrean panjang tidak serta-merta menjadi indikator kelangkaan.

 

Pembelian BBM secara bersamaan karena takut kehabisan justru dapat menciptakan antrean baru dan memperkuat persepsi seolah-olah pasokan sedang bermasalah.

Pemkab Jeneponto karena itu meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum terverifikasi. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian secara berlebihan.

Kendaraan Pengisi Berulang Jadi Sasaran Pengawasan

Di sisi lain, Satgas tidak ingin antrean panjang terus berulang. Pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi akan diperketat, termasuk terhadap kendaraan yang telah mencapai kuota maksimal harian.

Kendaraan yang sudah memenuhi batas pengisian tidak diperbolehkan melakukan pengisian berulang. Pengawasan ini diperlukan agar BBM bersubsidi tidak disalahgunakan dan antrean tidak semakin panjang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Satgas akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengawasi distribusi BBM dari tingkat penyalur hingga pelayanan di SPBU.

LPG 3 Kg Tak Luput dari Pengawasan

Pengawasan energi bersubsidi juga diperluas ke distribusi LPG 3 kilogram.
Pemkab Jeneponto akan mengecek kondisi LPG di lapangan untuk memastikan pasokan tersedia dan penyalurannya tepat sasaran.

 

Pengawasan terutama diarahkan kepada rumah tangga sasaran serta kelompok pengguna yang memang berhak memperoleh LPG bersubsidi.

Aspa Muji menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya bertugas memastikan pasokan tersedia, tetapi juga menjaga agar distribusi BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan.

Pemkab Jeneponto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Stok aman, pasokan meningkat, tetapi kepanikan justru bisa menciptakan antrean.

Pemerintah daerah bersama Satgas dan pihak terkait akan terus turun ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berlangsung tertib, tepat sasaran, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.( Yahya Patta/Buang Supeno).