Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina: Produktivitas Terbesar Lahir dari Cara Berpikir yang Benar
Batu | Serulingmedia.com – Di tengah derasnya tuntutan layanan publik yang semakin cepat dan akurat, Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed. mengingatkan satu hal yang sering terlupakan: perubahan besar selalu berawal dari perubahan cara berpikir.
Pesan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja dan Audit Internal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung pada 27–28 Juli 2026 di Hotel Samara, Kota Batu. Di hadapan 25 Auditor Halal dan SDM Bidang Syariah, ia tidak sekadar berbicara tentang target kerja, tetapi tentang bagaimana membangun manusia yang mampu memberi makna pada setiap pekerjaannya.
“Produktivitas bukan sekadar mengejar angka. Produktivitas adalah menghadirkan manfaat melalui pekerjaan yang dilakukan dengan hati, integritas, dan semangat untuk terus bertumbuh,” menjadi benang merah dari materi yang disampaikannya.
Bagi Prof. Like, lembaga yang kuat tidak dibangun oleh gedung yang megah atau teknologi yang canggih, melainkan oleh manusia-manusia yang memiliki pola pikir positif, karakter yang kokoh, dan kemauan untuk terus belajar. Dari sanalah lahir pelayanan yang bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan dipercaya masyarakat.
Menurutnya, setiap Auditor Halal memikul amanah yang jauh lebih besar daripada sekadar memeriksa dokumen atau proses produksi. Di balik setiap sertifikat halal terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan umat, melindungi konsumen, sekaligus mendukung tumbuhnya industri halal Indonesia.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan pelayanan prima (service excellent), inovasi, kolaborasi, dan motivasi sebagai budaya kerja sehari-hari. Budaya tersebut, katanya, hanya akan tumbuh apabila setiap individu memiliki integritas yang tidak mudah tergoyahkan.
Prof. Like juga mengingatkan bahwa nilai-nilai APIK—Akuntabel, Profesional, Integritas, dan Kompeten—bukan sekadar slogan yang dipasang di dinding kantor. Nilai itu harus hidup dalam setiap keputusan, setiap pemeriksaan, dan setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kepercayaan publik dibangun sedikit demi sedikit melalui konsistensi. Ketika integritas dijaga, profesionalisme ditingkatkan, dan kompetensi terus diasah, maka masyarakat akan percaya bahwa layanan halal benar-benar memberikan kepastian dan perlindungan,” ujarnya.
Suasana diskusi selama kegiatan berlangsung terasa hangat. Para auditor tidak hanya memperoleh penguatan teknis, tetapi juga dorongan moral untuk melihat profesinya sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Di era ketika perubahan berlangsung begitu cepat, Prof. Like menilai kemampuan beradaptasi menjadi syarat utama. Organisasi yang mampu bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling siap belajar, berinovasi, dan bekerja bersama.
Semangat itulah yang kini terus dibangun oleh LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui Rapat Kerja dan Audit Internal, lembaga ini tidak hanya mengevaluasi kinerja, tetapi juga menanamkan budaya kerja yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.
Langkah tersebut menjadi semakin penting menjelang implementasi Program Wajib Halal Oktober 2026. Kesiapan sumber daya manusia diyakini menjadi kunci keberhasilan program nasional yang bertujuan memberikan kepastian halal bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pada akhirnya, pesan Prof. Like sederhana namun mendalam. Keberhasilan sebuah lembaga tidak pernah dimulai dari ruang rapat atau dokumen perencanaan. Ia lahir dari manusia-manusia yang memilih bekerja dengan hati, menjunjung tinggi integritas, dan tidak pernah berhenti memperbaiki diri.
Sebab, ketika cara berpikir berubah menjadi lebih produktif, setiap langkah kecil yang dilakukan akan melahirkan dampak besar—bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi bangsa yang sedang membangun ekosistem halal yang unggul, terpercaya, dan mendunia. ( Eno)






