Psikologi UIN Malang Siapkan Kurikulum Berbasis AI, Dekan: Lulusan Harus Adaptif dan Tetap Beretika

1759289_11zon

Bandung | Serulingmedia.com – Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat transformasi pendidikan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

 

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Kolokium Khusus AP2TPI XXII Tahun 2026 yang berlangsung di El Hotel Bandung, 22–24 Juli 2026.

 

Forum ilmiah yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) itu mengangkat tema “Pendidikan Tinggi Psikologi Berdampak dan Terdampak: Peluang dan Tantangan di Era Generative AI”.

 

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pimpinan fakultas, pengelola program studi, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah baru pendidikan psikologi yang mampu menjawab tantangan revolusi teknologi.

 

Berbagai isu strategis dibahas selama kolokium, mulai dari penyusunan Standar Laboratorium Pendidikan Profesi Psikolog, pemanfaatan Generative AI dalam pembelajaran, penguatan akreditasi program studi, hingga peningkatan kompetensi lulusan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

 

Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diwakili oleh Dekan Fakultas Psikologi Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si., Ketua Program Studi Sarjana Psikologi Dr. Fina Hidayati, M.A., serta Sekretaris Program Studi Sarjana Psikologi Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog.

 

Bagi UIN Malang, kehadiran dalam forum nasional ini bukan sekadar memenuhi agenda akademik, tetapi menjadi langkah strategis untuk memastikan pendidikan psikologi mampu beradaptasi dengan perubahan yang dipicu teknologi AI tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan kemanusiaan yang menjadi fondasi ilmu psikologi.

 

Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, Prof. Dr. Siti Mahmudah, M.Si., menegaskan bahwa perkembangan Generative AI harus dijadikan momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan dipandang sebagai ancaman.

 

“Kami mendukung berbagai kebijakan dan rekomendasi yang telah dirumuskan AP2TPI serta akan terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas lulusan psikologi. Pengembangan kurikulum, penguatan mutu pembelajaran, dan peningkatan kompetensi lulusan harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi, termasuk Generative AI, sehingga lulusan psikologi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Siti Mahmudah.

 

Ia menambahkan, Fakultas Psikologi UIN Malang akan terus menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat karakter lulusan agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan tanggung jawab profesional.

 

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai-nilai psikologi yang berorientasi pada kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan. Karena itu, kami ingin melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan, kompeten memanfaatkan AI, sekaligus tetap menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Melalui partisipasi dalam Kolokium Khusus AP2TPI XXII, Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat mengimplementasikan berbagai rekomendasi nasional untuk memperkuat kurikulum, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkokoh akreditasi, serta menghasilkan lulusan psikologi yang siap menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.( Eno).