Dari Ruang Kelas Humaniora Menuju Pengabdian di Kementerian Agama, Jejak Inspiratif Mirel Imelda
Malang | Serulingmedia.com – Bagi sebagian orang, bangku kuliah adalah tempat memperoleh gelar.
Namun bagi Mirel Imelda, S.Hum., M.I.Kom., masa-masa menempuh pendidikan di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi ruang yang membentuk cara berpikir, karakter, sekaligus mengantarkannya menuju pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Perempuan yang merupakan alumni angkatan 2019 itu masih mengingat betul suasana perkuliahan yang hangat dan penuh dinamika.
Baginya, proses belajar tidak hanya berlangsung melalui materi di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dari diskusi bersama dosen, presentasi, organisasi kemahasiswaan, hingga interaksi dengan teman-teman yang berasal dari berbagai latar belakang.
“Belajar di Humaniora adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Suasana perkuliahan yang asyik menjadikan proses belajar tidak membosankan. Tanpa kuliah di Humaniora, saya tidak akan bisa berada di posisi saya sekarang,” kenang Mirel.
Lingkungan akademik yang terbuka membuatnya berani menyampaikan pendapat, berpikir kritis, dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Kebiasaan berdiskusi dan menghargai perbedaan itulah yang perlahan membentuk kepercayaan dirinya ketika memasuki dunia kerja.
Menurut Mirel, pendidikan humaniora tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengasah kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, dan bekerja sama.
Kompetensi tersebut justru menjadi bekal yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai ASN yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat serta beragam persoalan pelayanan publik.
“Humaniora memberi saya fondasi, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam membangun karakter. Dari situ saya belajar bagaimana mengelola diri, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan banyak orang,” tuturnya.
Pengalaman itu semakin meyakinkan Mirel bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan beradaptasi, menjaga integritas, serta membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan kerja.
Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, lulusan dituntut mampu berpikir kreatif, menyelesaikan persoalan secara kolaboratif, dan cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Nilai-nilai tersebut, menurut Mirel, telah ia dapatkan sejak menjadi mahasiswa Fakultas Humaniora.
Keberhasilan Mirel meniti karier di Kementerian Agama menjadi salah satu potret bagaimana Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai bidang akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang matang secara karakter dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi Fakultas Humaniora, kisah Mirel merupakan refleksi dari komitmen menghadirkan pendidikan yang humanis dan adaptif. Kampus tidak sekadar menjadi tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang yang menumbuhkan keberanian, empati, serta semangat mengabdi.
Perjalanan Mirel Imelda membuktikan bahwa setiap ruang kelas menyimpan kemungkinan besar bagi masa depan.
Dari diskusi sederhana bersama dosen hingga pengalaman berorganisasi di kampus, seluruh proses itu menjadi bekal yang mengantarkannya mengabdi kepada negara.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa pendidikan terbaik bukan hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.
“Saya percaya, Humaniora tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, cara berpikir, dan kepercayaan diri. Bekal itulah yang saya bawa hingga dapat mengabdi di Kementerian Agama.” – Mirel Imelda, S.Hum., M.I.Kom. ( Eno).






