STPN Buka Pendaftaran hingga 18 Juni, Tawarkan Empat Prodi Strategis Bidang Agraria dan Tata Ruang

IMG-20260617-WA0042

Sleman | Serulingmedia.com – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka kesempatan bagi lulusan SMA/sederajat untuk bergabung sebagai taruna melalui Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027.

 

Perguruan tinggi di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu menawarkan empat program studi (prodi) yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang pertanahan, tata ruang, survei dan pemetaan, serta administrasi pertanahan.

 

Pendaftaran calon taruna masih dibuka hingga 18 Juni 2026 dengan total kuota sebanyak 350 peserta yang terbagi dalam tiga jalur seleksi, yakni jalur umum sebanyak 260 orang, jalur tugas belajar atau PNS sebanyak 60 orang, dan jalur kerja sama pemerintah daerah sebanyak 30 orang.

Empat program studi yang ditawarkan STPN meliputi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.

Program Studi SPIP ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki minat pada bidang pengukuran, pemetaan, dan teknologi geospasial.

 

Mahasiswa akan mempelajari teknik survei, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, pengolahan data spasial, hingga pemetaan digital berbasis teknologi terkini.

 

Taruna SPIP, Dandi Resando, mengatakan dirinya tertarik memilih program studi tersebut karena menggabungkan praktik lapangan dengan pemanfaatan teknologi modern.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” ujarnya.

Sementara itu, Program Studi MPRP berfokus pada perencanaan wilayah, tata ruang, pelayanan pertanahan, serta penyusunan kebijakan publik.

 

Program ini terbuka bagi lulusan SMA maupun SMK yang memiliki minat pada isu pembangunan dan pengelolaan ruang.

Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, mengaku tertarik mendalami tata ruang karena melihat masih banyak persoalan pemanfaatan ruang di berbagai daerah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” katanya.

Adapun Program Studi KMPT menitikberatkan pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, dan kebijakan pertanahan.

 

Mahasiswa dibekali kemampuan dalam pengelolaan sistem pendaftaran tanah dan pelayanan pertanahan berbasis elektronik.

Rizaldi Secondia Putra, salah satu taruna KMPT, menilai program studi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya kepastian hukum dalam pengelolaan pertanahan.

“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, pengadaan tanah untuk pembangunan, penyelesaian sengketa tanah, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

 

Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku memilih program studi tersebut karena sesuai dengan minatnya terhadap kegiatan lapangan dan interaksi dengan masyarakat.

Menurutnya, banyaknya praktik lapangan menjadi salah satu alasan utama memilih melanjutkan pendidikan di STPN.

Dengan beragam pilihan program studi yang spesifik dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, STPN berharap dapat mencetak lulusan yang kompeten di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

 

Calon peserta yang berminat masih dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi STPN sebelum penutupan pendaftaran pada 18 Juni 2026. ( Sar).