HARGANAS 2026 Dimulai dari Maros, BKKBN Kejar 751 Ribu Akseptor Baru Demi Indonesia Emas 2045

1553621_11zon

Maros | Serulingmedia.com – Semangat peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 ditandai dengan dimulainya Kick Off Pelayanan KB Serentak di Kabupaten Maros, Senin (8/6/2026).

 

Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Maros Baru, Kelurahan Baji Pa’mai, Kecamatan Maros Baru, menjadi titik awal penguatan pelayanan keluarga berencana (KB) berkualitas untuk mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Pelayanan KB Serentak HARGANAS 2026 dilaksanakan secara nasional oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026 dengan target lebih dari 751 ribu peserta KB baru di seluruh Indonesia.

 

Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus melalui pelaksanaan kick off yang dipusatkan di Kabupaten Maros.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., membuka kegiatan secara daring dari Jakarta. Ia menegaskan bahwa program keluarga berencana tidak lagi dipandang semata sebagai upaya pengendalian kelahiran, tetapi menjadi investasi strategis bagi masa depan bangsa.

“Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bukan hanya tentang pengendalian kelahiran, tetapi juga pemenuhan hak reproduksi masyarakat sekaligus investasi strategis untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tegas Wihaji.

Menurutnya, kualitas keluarga akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, setiap anak harus memperoleh hak pengasuhan yang baik dan seimbang.

“Supaya anak-anak kita mendapatkan pengasuhan yang seimbang, yang bagus, yang adil, dan itu bagian dari hak anak-anak kita,” ujarnya.

Wihaji menambahkan, keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kemampuan negara memastikan keluarga tumbuh sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera.

Di tingkat provinsi, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, S.T., M.Eng., turut memantau langsung pelaksanaan kegiatan di Maros.

 

Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program Bangga Kencana.

“Pelayanan KB serentak tidak hanya meningkatkan capaian peserta KB, tetapi juga menjadi strategi penting dalam pembangunan keluarga berkualitas serta percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan,” ungkap Fatmawati.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., menyebut Kabupaten Maros dengan jumlah penduduk sekitar 430 ribu jiwa dan 57.144 pasangan usia subur (PUS) menargetkan 1.340 akseptor selama pelaksanaan Pelayanan KB Serentak HARGANAS ke-33.

 

Adapun target tersebut meliputi:
MKJP KBPP: 450 akseptor;
Non-MKJP KBPP: 450 akseptor;
MKJP Non-KBPP: 89 akseptor; dan
Non-MKJP Non-KBPP: 351 akseptor.

 

“Kami optimistis target ini dapat tercapai melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh KB, pemerintah daerah, hingga mitra kerja di lapangan,” kata Davied.

Untuk mencapai target tersebut, pelayanan didukung oleh 99 Penyuluh KB dan 138 Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD)/Tim Pendamping Keluarga (TPK).

 

Keterlibatan Forkopimda, TNI-Polri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Tim Penggerak PKK, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai mitra strategis lainnya turut memperkuat pelaksanaan program.

 

Pada hari pertama pelaksanaan di Puskesmas Maros Baru, tercatat 65 akseptor telah menerima pelayanan. Rinciannya, 20 peserta implan, 5 peserta IUD, 10 peserta pil KB, 10 peserta suntik KB, 5 peserta kondom, serta 15 peserta pencabutan implan.

 

Selain itu, pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) juga dijadwalkan berlangsung di RSUD La Palaloi dan Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Dody Sardjoto dengan target lima akseptor.

Momentum HARGANAS ke-33 ini menjadi penegasan bahwa pembangunan keluarga tetap menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Pelayanan KB yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan keluarga sehat, mandiri, dan sejahtera.

“Di balik target pelayanan yang kita tetapkan terdapat jutaan keluarga Indonesia yang harus kita jaga kesehatan, keselamatan, dan masa depannya. Pelayanan KB yang berkualitas akan membantu melahirkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Menteri Wihaji.( Yah/Eno).