Muhammad Fathan Mubina dan Wahyu Adi Nugroho Harumkan UIN Malang, Raih Juara 1 Legal Drafting Nasional
admin Mei 26, 2026
Malang | Serulingmedia.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tim mahasiswa Fakultas Syariah berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Legal Drafting Tingkat Nasional pada ajang Festival Mahasiswa FASYA yang digelar di UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Kamis (21/5/2026).
Tim pemenang terdiri dari Muhammad Fathan Mubina dan Wahyu Adi Nugroho. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UIN Malang dalam mengimplementasikan ilmu hukum ke dalam penyusunan naskah akademik dan rancangan undang-undang secara profesional.
Muhammad Fathan Mubina mengungkapkan, keikutsertaan mereka dalam kompetisi nasional itu berawal dari rasa penasaran sekaligus keinginan untuk menguji kemampuan diri di bidang legal drafting.
“Awalnya kami penasaran dan ingin menantang diri sendiri, sejauh mana ilmu hukum yang kami pelajari bisa diterapkan dalam bentuk naskah akademik dan rancangan undang-undang. Selain itu, kami juga ingin membawa nama baik kampus dan mencoba peluang untuk menang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat tim semakin kuat berkat dukungan dosen, teman-teman, serta chemistry yang terbangun dengan baik antaranggotanya. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar untuk memberikan hasil terbaik bagi kampus.
Dalam proses persiapan, tim membagi fokus menjadi dua bagian utama. Pertama, melakukan riset mendalam, brainstorming, penyusunan naskah akademik, hingga revisi dan finalisasi rancangan undang-undang. Kedua, mereka menyiapkan konsep video presentasi yang menarik dan berbeda dari peserta lain, baik dari sisi penyampaian maupun substansi materi.
Meski demikian, perjalanan menuju kemenangan tidak berjalan mudah. Tantangan terbesar sebelum lomba adalah manajemen waktu dan kendala teknis, terutama karena harus menyelesaikan dokumen sekaligus video presentasi secara bersamaan.
“Kami sempat kejar-kejaran dengan waktu saat proses rekaman dan editing video. Akhirnya kami membagi tugas secara adil dan membuat deadline internal supaya semuanya selesai tepat waktu,” jelasnya.
Sementara itu, tantangan setelah perlombaan justru datang dari sisi mental. Masa penantian pengumuman selama dua hari membuat mereka merasa tegang dan overthinking. Namun, keduanya memilih saling menguatkan dan menyerahkan hasil terbaik kepada Tuhan.
Keberhasilan meraih Juara 1 pun menjadi momen yang sangat mengharukan bagi tim. Mereka mengaku tidak menyangka mampu meraih posisi tertinggi karena melihat banyak peserta lain yang juga memiliki kualitas luar biasa.
“Alhamdulillah sangat bersyukur dan terharu, karena kami mengira paling tinggi hanya bisa meraih juara 3,” ungkap mereka.
Menurut keduanya, kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga. Walaupun dilaksanakan secara online, atmosfer persaingan tetap terasa kompetitif dan mampu melatih mental serta kemampuan berpikir kritis peserta.
Di akhir wawancara, mereka turut memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa lain agar tidak takut mengikuti kompetisi tingkat nasional.
“Jangan pernah ragu ikut lomba nasional. Tidak usah terlalu memikirkan kalah atau menang. Yang penting berani mencoba dan terus belajar. Dari situ pengalaman dan jam terbang akan terbentuk, dan itu sangat menentukan untuk menjadi juara,” pesannya.( Eno)






