Kadis PUPR Batu, Mewarisi Ilmu Leluhur Ahli Jagal Sapi Dan Kambing
Batu I serulingmedia.com – Peringatan Lebaran Idul Adha 1445 H di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pada hari Senin, 17 Juni 2024, menjadi momen yang sangat menarik dan penuh makna. Acara ini tidak hanya menampilkan kebersamaan dan semangat berbagi, tetapi juga memperlihatkan sisi lain dari para pejabat yang biasanya disibukkan dengan tugas.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah ketika Penjabat (PJ) Walikota Batu, Arief Agung Paewai, menyerahkan pedang untuk menyembelih hewan kurban kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Ir. Alfi Nurhidayat ST.MT. Alfi Nurhidayat, yang dikenal sebagai seorang teknokrat dengan keahlian dalam konsep penataan ruang serta pembangunan jalan dan taman di Kota Batu, menunjukkan kemampuan lain yang mungkin tak terduga oleh banyak orang. Sebagai seorang pejabat yang setiap hari bergelut dengan perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, menyembelih hewan kurban merupakan pekerjaan yang tidak lazim baginya. Namun, hal ini membuktikan bahwa di balik keahlian teknisnya, terdapat pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan dan tradisi.
Makna Idul Adha dan Kebersamaan
Idul Adha, yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Hari raya ini mengingatkan kembali pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Pengorbanan ini kemudian digantikan oleh Allah dengan seekor domba. Oleh karena itu, setiap Idul Adha, umat Muslim menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba, yang dagingnya kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Pemotongan puluhan hewan kurban di lingkungan Pemkot Batu tidak hanya mencerminkan ketaatan terhadap perintah agama, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial. Dalam acara tersebut, pejabat dan masyarakat berbaur dalam semangat gotong royong, bekerja sama dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Hal ini menciptakan ikatan yang lebih erat antara pemerintah dan warga, menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sebagai pelayan publik, tetapi juga bagian dari komunitas yang peduli dan saling mendukung.
Solidaritas Sosial sebagai Bentuk Budaya dan Praksis Sosial
Kepala Dinas PUPR, Ir. Alfi Nurhidayat, dalam unggahannya di Instagram @Sam_alfin, mengungkapkan pentingnya setiap Muslim merayakan solidaritas sosial sebagai bentuk budaya dan praksis sosial. Menurutnya, solidaritas sosial adalah cara untuk membela kaum lemah dan menebar kebajikan di tengah masyarakat Indonesia yang berkemajuan. Pandangan ini menekankan bahwa Idul Adha bukan hanya soal ritual keagamaan semata, tetapi juga tentang implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perayaan ini, masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya dan berperan aktif dalam upaya-upaya membantu mereka yang membutuhkan.
Rasa Syukur dan Penghargaan
Setelah menyelesaikan penyembelihan puluhan hewan kurban, Alfi Nurhidayat mengungkapkan rasa syukurnya atas amanah yang telah dilaksanakan. Salah satu hewan kurban yang disembelihnya berasal dari Ibu Hj. Dewanti Rumpoko di Masjid Brigjen Soegiono, Balai Among Tani. Dalam unggahannya di Instagram, @Sam_alfin, Alfi menyampaikan:
“Alhamdulillah telah selesai amanah penyembelihan sapi kurban Ibu Hj. Dewanti Rumpoko di Masjid Brigjen Soegiono Balai Among Tani #KotaBatu dan hewan sapi & kambing kurban dari Bapak Edy Rumpoko di Kantor Among Tani Foundation. Semoga amalan beliau berdua diterima Allah SWT. Amin. Terima kasih atas kerjasama seluruh Takmir Masjid Brigjen Soegiono, Penggiat Among Tani Foundation dan teman-teman semua yang telah melakukan penyembelihan hewan di beberapa titik lokasi di Batu. Special thanks to my uncle yang mengajari ilmu leluhur sebagai jagal sapi dan kambing. Beliau paklik Harmanu namanya, semoga kesehatan senantiasa Allah SWT limpahkan kepada beliau. Amin. Fastabiqul Khoirot.”
Ucapan ini tidak hanya menunjukkan rasa syukur, tetapi juga penghargaan kepada semua pihak yang terlibat, termasuk keluarganya yang telah mewariskan ilmu dan tradisi penyembelihan hewan kurban.
Refleksi dan Inspirasi
Tindakan Ir. Alfi Nurhidayat dalam menyembelih hewan kurban menjadi inspirasi bahwa setiap individu, terlepas dari profesi atau jabatannya, memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta nilai-nilai kebudayaan. Momen ini juga mengingatkan kita akan pentingnya fleksibilitas dan keterbukaan dalam menjalani kehidupan, di mana seseorang tidak terpaku hanya pada satu peran, tetapi mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan.
Acara pemotongan hewan kurban di lingkungan Pemkot Batu juga menjadi cerminan bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari segi pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan harmoni dan kebersamaan di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini merupakan modal sosial yang berharga bagi kemajuan dan kesejahteraan Kota Batu. ( Eno ).






