UIN Malang Perluas Kolaborasi Akademik Internasional Melalui Student Mobility 2026
Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional melalui program International Student Mobility 2026 yang diikuti mahasiswa International Class Program (ICP) Fakultas Syariah ke Singapura dan Malaysia.
Program yang berlangsung pada 9–20 Mei 2026 tersebut diikuti sebanyak 19 mahasiswa ICP Fakultas Syariah dan didampingi dua dosen, yakni Hj. Erik Sabti Rahmawati, M.Ag. dan Risma Nur Arifah, M.H.
Sebelum keberangkatan, Fakultas Syariah menggelar acara pelepasan mahasiswa yang dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., bersama jajaran dekanat, ketua program studi, serta sekretaris program studi di ruang rapat Fakultas Syariah.
Dalam sambutannya, Prof. Triyo menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan kesempatan internasional tersebut untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan memperluas pengalaman akademik global.
“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar saling mengingatkan selama kegiatan berlangsung. Manfaatkan kesempatan ini untuk melatih kemampuan komunikasi selama berada di luar negeri,” ujarnya.
Program International Student Mobility 2026 menjadi bagian dari strategi UIN Malang dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memperkuat kerja sama akademik dengan berbagai institusi luar negeri.
Rangkaian kegiatan internasional diawali dengan kunjungan akademik di Singapura. Mahasiswa mengikuti seminar internasional di ISEAS–Yusof Ishak Institute dengan tema Youth Movement in Asia yang membahas dinamika gerakan pemuda di kawasan Asia serta tantangan sosial dan kemanusiaan global.
Selain itu, mahasiswa juga mengikuti perkuliahan akademik di Department of Malay Studies National University of Singapore serta melakukan kunjungan akademik ke Perpustakaan NUS Singapura.
Tidak hanya fokus pada akademik, mahasiswa juga melakukan studi lapangan ke Harmony in Diversity Gallery dan Center of Dialogue Singapore guna mempelajari praktik harmoni antarumat beragama di negara multikultural tersebut.
Usai dari Singapura, mahasiswa melanjutkan kegiatan akademik ke Malaysia dengan mengunjungi sejumlah institusi pendidikan dan lembaga strategis, di antaranya Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia, ACIS Universiti Teknologi MARA, hingga Jabatan Kehakiman Syari’ah Selangor.
Mahasiswa juga mengikuti library tour di Perpustakaan Universiti Malaya untuk mempelajari sistem pengelolaan literatur dan fasilitas akademik yang dimiliki kampus ternama di Malaysia tersebut.
Dalam sesi perkuliahan internasional, Prof. Dr. Mohd Norhusairi Mat Hussin menyampaikan materi mengenai hukum keluarga dan hukum perkawinan di Malaysia, termasuk perbedaan batas usia perkawinan di beberapa wilayah.
Sementara itu, Prof. Dr. Siti Zubaidah Ismail memaparkan materi Criminal Law in Malaysia yang menjelaskan sistem hukum Malaysia terbagi dalam dua ranah utama, yakni civil law dan syariah law.
Melalui program ini, UIN Malang berharap mahasiswa mampu memperluas wawasan global, memperkuat kapasitas akademik, serta membangun jejaring internasional yang mendukung pengembangan keilmuan dan karier di masa mendatang.
Program tersebut juga menjadi langkah nyata UIN Malang dalam mencetak generasi akademisi muslim yang moderat, adaptif, dan berdaya saing global.( Eno).






