Mahasiswa AM UIN Malang Ajarkan Risalatul Mahid, Santri Putri RTQ Yanbu’a Antusias Belajar Fiqih Perempuan

Screenshot_2026-05-20-13-05-02-367_cn.wps.moffice_eng-edit

Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) Kelompok 41 Nuradaya dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program pembelajaran Risalatul Mahid bagi santri putri di RTQ Yanbu’a sebagai upaya memperkuat pemahaman fiqih perempuan sejak usia dini.

 

Kegiatan yang berlangsung mulai Februari hingga Mei 2026 itu dilaksanakan atas permintaan Ketua RTQ Yanbu’a, Gus Ma’ali. Menurutnya, materi mengenai haid dan istihadhah menjadi pengetahuan penting yang harus dipahami santri putri sebagai bekal dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

 

Program pembelajaran tersebut diikuti santri putri mulai kelas 3 sekolah dasar hingga kelas 1 SMP dengan rentang usia 9 tahun ke atas. Setiap pertemuan berlangsung selama satu jam dengan suasana pembelajaran yang aktif, komunikatif, dan interaktif.

 

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa AM tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengajak santri berdiskusi dan memecahkan berbagai studi kasus terkait persoalan haid dan istihadhah.

 

Metode tersebut diterapkan agar santri lebih mudah memahami materi fiqih perempuan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

 

Adapun materi yang diajarkan meliputi pengertian haid, macam-macam darah, masa haid dan masa suci, larangan bagi perempuan haid, tata cara mandi wajib, pengertian istihadhah, hingga pembahasan berbagai kasus istihadhah.

 

Para santri juga diajarkan cara menghitung usia 9 tahun berdasarkan kalender Hijriah sebagai dasar usia minimal haid dalam kajian fiqih perempuan.

 

Antusiasme para santri terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan mengikuti diskusi bersama mahasiswa pendamping.

 

Suasana belajar yang santai namun tetap fokus membuat materi yang cukup kompleks menjadi lebih mudah dipahami.

 

Mahasiswa AM Kelompok 41 Nuradaya berharap program pembelajaran Risalatul Mahid ini dapat menjadi bekal dasar bagi santri putri dalam memahami hukum-hukum fiqih perempuan secara benar dan tepat.

 

Selain memberikan manfaat bagi santri, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat, khususnya dalam penguatan literasi fiqih perempuan sejak dini.( Eno).