Tonggak Baru UIN Maliki, Fakultas Teknik dan Ushuluddin Resmi Dibuka

Screenshot_2026-05-20-12-09-12-671_com.whatsapp-edit

Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatat sejarah baru dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

 

Kampus yang dikenal dengan konsep integrasi ilmu dan agama tersebut resmi mendapatkan persetujuan pembentukan Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

 

Persetujuan itu akan masuk dalam perubahan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN Malang tahun 2026.

 

Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam arah transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam yang semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global.

 

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, menegaskan bahwa pembentukan dua fakultas baru tersebut bukan sekadar penambahan struktur kelembagaan, tetapi bagian dari grand design pengembangan UIN Malang sebagai kampus integratif berbasis ilmu, iman, dan teknologi.

 

“Ini bukan hanya penambahan fakultas, tetapi penegasan arah besar UIN Malang sebagai kampus integratif yang memadukan kekuatan ilmu keislaman dengan sains dan teknologi dalam satu ekosistem akademik yang maju dan berdaya saing,” ujar Prof Hamid.

Menurutnya, kehadiran Fakultas Ushuluddin menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi kajian keislaman di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

 

Fakultas tersebut diharapkan mampu melahirkan pemikir dan akademisi Islam yang kritis, moderat, serta mampu menjawab tantangan sosial keumatan secara kontekstual.

 

“UIN Malang ingin memastikan bahwa penguatan sains dan teknologi tetap berjalan seiring dengan penguatan basis keilmuan Islam. Keduanya tidak dipertentangkan, tetapi dipadukan untuk membangun peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, berdirinya Fakultas Teknik disebut menjadi lompatan besar bagi UIN Malang sekaligus sejarah baru di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

 

Fakultas ini disebut sebagai Fakultas Teknik pertama di lingkungan PTKIN yang akan menjadi ruang pengembangan teknologi berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

 

Prof Hamid menyebut, UIN Malang tidak ingin terjebak pada perdebatan nomenklatur antara istilah “teknik” atau “rekayasa”.

 

Menurutnya, yang paling penting adalah penguatan kualitas akademik, riset, inovasi, dan relevansi keilmuan dengan kebutuhan masa depan.

“Substansinya bukan pada istilah, tetapi bagaimana kampus mampu melahirkan lulusan teknik yang unggul, inovatif, dan memiliki karakter ulul albab,” katanya.

Saat ini, UIN Malang telah memiliki enam program studi teknik, yakni Teknik Informatika, Teknik Arsitektur, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.

Dengan hadirnya Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin, UIN Malang tidak hanya memperluas struktur akademik, tetapi juga mempertegas identitasnya sebagai kampus Islam modern yang terus bergerak menuju daya saing global.

“Ini langkah besar UIN Malang untuk masa depan. Kami ingin menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi peradaban dunia,” pungkas Prof Hamid.( Eno).