UMI Tancap Gas Kejar Akreditasi Internasional, Tim Mutu Benchmarking ke Bengkulu dan UPI

1449202_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mempercepat langkah menuju akreditasi internasional melalui kegiatan benchmarking tata kelola mutu ke Universitas Bengkulu dan Universitas Pendidikan Indonesia, Selasa (19/5/2026).

 

Kegiatan tersebut melibatkan Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Program Pascasarjana Program Studi S2 dan S3 Hukum, serta Fakultas Hukum UMI. Benchmarking dipimpin langsung Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UMI, Syamsuddin Yani.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat strategi percepatan akreditasi internasional melalui penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), hingga internasionalisasi perguruan tinggi.

“Benchmarking ini menjadi bagian penting dalam transformasi mutu akademik dan tata kelola kelembagaan di lingkungan UMI,” ujar Syamsuddin Yani dalam keterangannya.

Dalam kunjungan ke Universitas Bengkulu, delegasi UMI diterima Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Charles Banon.

 

Tim mendapatkan pemaparan mengenai strategi pengembangan mutu berkelanjutan, tata kelola akreditasi internasional, hingga penguatan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.

Diskusi juga membahas penyusunan dokumen pendukung akreditasi, pelibatan stakeholder, serta penguatan inklusivitas kampus mulai dari sarana prasarana, akses pendidikan, hingga lingkungan akademik yang mendukung daya saing global.

Sementara itu, saat benchmarking di Universitas Pendidikan Indonesia, rombongan diterima Direktur Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan, Ratnaningsih Eko Sarjono.

Dalam pertemuan tersebut, UMI memperoleh wawasan mengenai implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penguatan kurikulum OBE, peningkatan publikasi internasional, mobilitas dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan kemitraan strategis dengan institusi luar negeri.

UPI juga membagikan pengalaman dalam membangun sistem monitoring dan evaluasi terintegrasi serta bank data universitas, fakultas, dan program studi yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan akreditasi internasional.

Syamsuddin Yani menegaskan, hasil benchmarking akan menjadi rujukan strategis dalam penyusunan kebijakan penguatan standar mutu dan implementasi program internasionalisasi di lingkungan Pascasarjana dan Fakultas Hukum UMI.

“Kami ingin memastikan UMI mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Melalui kegiatan maraton tersebut, UMI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan lulusan profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat internasional.( Yah/Eno).