Kolaborasi UIN Malang–Belanda Tembus Pendanaan Internasional MORA The AIR Fund 2026

1394223_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Kolaborasi akademik internasional antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Radboud University berhasil menembus pendanaan internasional melalui program MORA The AIR Fund 2026.

 

Pendanaan tersebut diperoleh untuk penelitian bertajuk “Pengembangan Sistem Informasi Spasial Edukatif untuk Tata Kelola dan Pembelajaran Berbasis Lahan di Lembaga Pendidikan Islam; Integrasi Nilai Islam dan Strategi Adaptif Indonesia–Belanda.”

 

Penelitian ini menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama akademik Indonesia–Belanda dalam pengembangan tata kelola lingkungan berbasis pendidikan Islam. Tim peneliti dari UIN Malang terdiri atas Dr. Devi Pramitha, Dr. Jamilah, dan Faridatun Nikmah.

 

Riset tersebut juga melibatkan Dr. Farah Nuril Izza dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto serta Dr. Ary Samsura dari Radboud University Belanda.

Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem informasi spasial edukatif yang dapat mendukung tata kelola dan pembelajaran berbasis lahan di lembaga pendidikan Islam.

 

Selain mengedepankan pendekatan teknologi dan tata kelola lingkungan, riset ini juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti amanah, keberlanjutan, dan upaya mencegah kerusakan lingkungan atau fasad.

 

Penggalian data tahap pertama telah dilaksanakan pada 30 April 2026 di sejumlah lembaga pendidikan Islam di Jawa Tengah, di antaranya Universitas Sains Al-Qur’an, Pondok Pesantren Ar Ridwan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, serta Pondok Pesantren Darussalam.

 

Selanjutnya, Kamis (7/5/2026), tim peneliti melanjutkan kegiatan penggalian data di wilayah Jawa Timur dengan mengunjungi Universitas Islam Zainul Hasan Genggong dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Faridatun Nikmah mengatakan penelitian ini tidak sekadar mengembangkan sistem informasi spasial, tetapi juga membangun kesadaran ekologis berbasis nilai keislaman di lingkungan pendidikan Islam.

 

“Melalui riset ini, kami ingin menghadirkan model pembelajaran dan tata kelola lahan yang modern, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai amanah serta tanggung jawab manusia terhadap lingkungan sebagaimana diajarkan dalam Islam,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kolaborasi antara Indonesia dan Belanda diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan perspektif pendidikan Islam Indonesia dalam isu keberlanjutan lingkungan global.

 

“Kami berharap hasil penelitian ini nantinya dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan Islam sebagai media pembelajaran ekologis yang inovatif dan mampu membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga bumi,” tambahnya.

 

Melalui penelitian tersebut, tim peneliti berharap dapat menghasilkan model tata kelola lahan berbasis sistem informasi spasial yang mampu diterapkan di lembaga pendidikan Islam sebagai media pembelajaran, penguatan kesadaran lingkungan, sekaligus pengembangan strategi adaptif menghadapi tantangan ekologis global. ( Eno).