Edi Macan Pikul Amanah, Menjaga Warisan dan Harapan di Tubuh Passer Wong Bodho Jatim
Gresik | Serulingmedia.com – Pergantian kepemimpinan di tubuh organisasi kerap menjadi momen penting yang tidak hanya menandai estafet jabatan, tetapi juga membawa harapan baru. Hal itulah yang kini dirasakan keluarga besar Passer Wong Bodho Jawa Timur, setelah Abah Edi Macan resmi dipercaya sebagai Ketua DPW.
Di balik penetapan tersebut, tersimpan harapan besar sekaligus tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ruh organisasi. Sosok Abah Edi Macan dinilai mampu merangkul, mengayomi, sekaligus melanjutkan langkah perjuangan yang telah dirintis para pendahulunya.
Ucapan selamat pun mengalir, salah satunya dari Riawan, Kabiro Radar CNN Online Jawa Timur. Dengan nada penuh kehangatan, ia menyampaikan doa dan harapannya agar kepemimpinan baru ini membawa energi positif.
“Selamat dan sukses kepada Abah Edi Macan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, membawa organisasi semakin solid, maju, dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Riawan, Selasa ( 5/5/2026 ).
Tak hanya sebagai insan pers, Riawan yang juga menjabat sebagai Komandan Provos Passer Wong Bodho Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap langkah kepemimpinan baru. Baginya, kebersamaan dan loyalitas adalah kunci menjaga organisasi tetap kuat di tengah berbagai dinamika.

Namun, di tengah semangat menyambut pemimpin baru, ingatan terhadap sosok almarhum Mas Dedik Susanto tetap hidup dalam hati para anggota. Nama beliau bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi fondasi yang membentuk arah dan jati diri organisasi.
Mas Dedik dikenal sebagai figur yang penuh dedikasi, yang meletakkan dasar kuat bagi Passer Wong Bodho. Perjuangan dan nilai-nilai yang ia tanamkan menjadi pijakan penting bagi generasi penerus, termasuk Abah Edi Macan saat ini.
“Kami tidak akan melupakan jasa-jasa luar biasa beliau. Tugas kita bersama adalah menjaga warisan itu dan meneruskan perjuangan yang telah dirintis dengan penuh kesungguhan,” ungkap Riawan.
Kini, di tangan Abah Edi Macan, harapan itu kembali dirajut. Bukan hanya soal memimpin organisasi, tetapi bagaimana menjaga kebersamaan, merawat nilai-nilai luhur, dan memastikan Passer Wong Bodho Jawa Timur tetap hadir memberi manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan penghormatan pada masa lalu, langkah ke depan terasa lebih bermakna—menyatukan kenangan, tanggung jawab, dan cita-cita dalam satu perjalanan yang terus berlanjut. ( Eno)






