Dari Madinah, Silaturahmi Jamaah Haji Mengalirkan Keberkahan untuk Kota Batu
Madinah | Serulingmedia.com — Tujuh hari menjalani rangkaian ibadah di Kota Madinah menjadi momen penuh makna bagi Jamaah Haji Kota Batu yang tergabung dalam Kloter 4.
Di tengah kekhusyukan beribadah, terjalin pula kehangatan silaturahmi yang mempererat persaudaraan tanpa sekat jabatan maupun latar belakang.
Dari total 380 jamaah, sebanyak 226 berasal dari Kota Batu, sementara lainnya datang dari Surabaya, Probolinggo, Pasuruan, dan Kota Malang.
Kebersamaan ini menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kental, seolah seluruh jamaah adalah satu keluarga besar yang dipersatukan oleh panggilan suci.
Dalam suasana penuh keberkahan itu, Wali Kota Batu Nurochman bersama sang istri, Siti Fauziyah, menggelar jamuan santap malam sederhana namun sarat makna. Bertempat di sebuah rumah makan di kawasan King Abdul Aziz Road, Madinah, Rabu malam (29/4/2026), acara berlangsung hangat usai salat Isya hingga menjelang tengah malam.
Turut hadir Wakil Bupati Pasuruan H. M. Shobih Asrori (Gus Shobih), para kiai, serta sejumlah pengusaha dari Malang Raya. Hadir dalam santap malam antara lain H. Makhrus Sholeh (Owner Turen Indah Group), dan Shofiyullah (owner Kendedes Batu), serta beberapa kiai asal Malang Raya, seperti Gus Muhammad (putra KH. Ismail Dau) yang turut mempererat suasana kebersamaan.
Tidak ada protokoler kaku dalam pertemuan tersebut. Semua duduk bersama, bercengkrama dengan santai, menikmati hidangan, dan berbagi cerita.
Suasana akrab begitu terasa, bahkan sekat antara pejabat dan masyarakat nyaris tak terlihat.
“Yang tampak justru kehangatan dan kebersamaan. Semua menyatu sebagai sesama tamu Allah,” ungkap Kayat Hariyanto, koresponden Serulingmedia.com dari Madinah, Kamis ( 30/4/2026).
Kesederhanaan juga tergambar dari momen makan bersama. Satu porsi nasi kebuli dinikmati bersama, menghadirkan keakraban yang tulus.
Canda ringan dan percakapan hangat mengalir, mencerminkan nilai persaudaraan yang menjadi inti dari ibadah haji itu sendiri.
Dalam suasana tersebut, Nurochman yang akrab disapa Cak Nur tampak membaur tanpa jarak.
Ia hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai bagian dari jamaah yang sama-sama menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.
Gus Sofi, panggilan akrab Shofiyullah, menyampaikan harapannya agar kebersamaan seperti ini tidak berhenti di Tanah Suci saja.
“Kami berharap silaturahmi seperti ini terus berlanjut sampai kita kembali ke Indonesia,” ujarnya dengan penuh kehangatan.
Lebih dari sekadar pertemuan santai, silaturahmi ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antartokoh, baik dari kalangan ulama maupun pengusaha.
Di sela-sela ibadah, terbangun komunikasi yang hangat dan terbuka, yang diharapkan dapat membawa manfaat lebih luas, termasuk bagi kemajuan Kota Batu ke depan.
Semangat kebersamaan yang tumbuh di Madinah menjadi cerminan nilai-nilai religius yang membumi—bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kedekatan, ketulusan, dan kebersamaan.
Dari Tanah Suci, para jamaah tidak hanya membawa doa, tetapi juga harapan. Harapan akan Kota Batu yang semakin maju, harmonis, dan penuh keberkahan, seiring eratnya silaturahmi yang terjalin di antara sesama. ( Eno).






