Melampaui Zaman, Niken Widiastuti Buktikan Perempuan Bisa Memimpin dan Menginspirasi

NIKEN BARU1_11zon

Jakarta | Spektroom – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tak terbendung, sosok Dr. Rosarita Niken Widiastuti hadir sebagai peneguh arah. Ia bukan sekadar pejabat publik, melainkan figur yang konsisten menjaga etika, merawat kepercayaan, dan memastikan ruang publik tetap sehat.

Pengakuan atas kiprah panjangnya itu terwujud melalui AMKI Kartini Award 2026, yang digelar oleh Asosiasi Media Konvergensi Indonesia di Grand Cendana Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Dalam ajang tersebut, Niken dinobatkan sebagai tokoh Literasi Digital dan Penjaga Etika Informasi Publik, bersama 10 perempuan inspiratif lainnya dari berbagai sektor.

Perjalanan Niken adalah cerita tentang ketekunan yang tumbuh dari kesederhanaan. Ia memulai karier sebagai penyiar radio di Yogyakarta—sebuah ruang kecil yang kemudian menjadi pijakan bagi langkah besarnya. Dari sana, ia menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).

Di bawah kepemimpinannya, RRI tidak hanya menjadi medium penyiaran, tetapi juga instrumen kedaulatan informasi. Melalui konsep “sabuk pengaman informasi”, Niken memperkuat peran siaran publik terutama di wilayah perbatasan—menghadirkan negara melalui informasi yang akurat, edukatif, dan memberdayakan.

Baginya, informasi bukan sekadar produk, melainkan tanggung jawab. Di era disrupsi digital yang sarat disinformasi, kehadiran figur seperti Niken menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan dan etika.

Usai menerima penghargaan, Niken menyampaikan refleksi yang sarat makna. Ia tidak menempatkan capaian itu sebagai milik pribadi, melainkan sebagai bagian dari perjuangan kolektif perempuan Indonesia.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk semua perempuan hebat. Semangat Raden Ajeng Kartini mengajarkan kita untuk berani berpikir melampaui zaman. Hari ini, perempuan Indonesia meneruskan semangat itu—dengan keberanian menggagas dan ketekunan mewujudkannya,” ujarnya.

Ketua Umum AMKI, Ir. Tundra Wartonagoro Meliala, menegaskan bahwa penghargaan ini berangkat dari semangat Kartini yang relevan lintas zaman. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai sektor strategis.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi ikhtiar untuk mengangkat, mengakui, dan memperkuat peran perempuan Indonesia di berbagai sektor strategis,” kata Tundra.

Ia menambahkan, di tengah konvergensi media dan transformasi digital, perempuan kini memainkan peran penting, mulai dari ruang redaksi hingga garis depan penanganan krisis sosial dan kemanusiaan. Bahkan dalam satu tahun sejak berdiri pada 2025, AMKI telah menjalankan 33 program, dengan Kartini Award sebagai simbol konsistensi gerakan tersebut.

AMKI menetapkan sembilan kategori penghargaan, mulai dari kepemimpinan nasional hingga kemanusiaan, yang mencerminkan luasnya kontribusi perempuan Indonesia dari pusat hingga akar rumput. Dari kategori tersebut, terpilih 11 sosok perempuan inspiratif.

Adapun 11 penerima penghargaan tersebut adalah:

  1. Dr. Dra. Hj. Sitti Ma’ani Nina, M.Si., CGCAE sebagai Penggerak Integritas dan Kepemimpinan Perempuan di Sektor Pemerintahan
  2. Tinawati Andra Soni sebagai Pemberdaya Perempuan dan Penguat Ketahanan Keluarga
  3. Dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS sebagai Pelopor Layanan Kesehatan untuk Masyarakat
  4. Dr. Shinta Purwitasari, S.H., S.T., M.H., QRMP sebagai Penggerak Pendidikan dan Keadilan Agraria
  5. Siti Fauziah, SE., M.M sebagai Pengawal Demokrasi dan Transformasi Kelembagaan Negara
  6. Ir. Diana Kusumastuti, M.T sebagai Penggerak Infrastruktur Berkelanjutan
  7. Dr. (HC) Dra. Hj. Nurhayati Subakat sebagai Wirausaha Visioner dan Penggerak Kemandirian Perempuan
  8. Wilda Yanti sebagai Inovator Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Global
  9. Dr. Rosarita Niken Widiastuti sebagai Literasi Digital dan Penjaga Etika Informasi Publik
  10. Ibu Salmawaty, SE., M.M sebagai Penggerak Perempuan dan Pembangunan Kesejahteraan Keluarga
  11. AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.H., M.M sebagai Bhayangkara Tangguh dalam Penegakan Hukum dan Kepemimpinan

Sementara itu, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, yang mewakili Menteri P3A Arifatul Chori Fauzi, menyebut para penerima penghargaan sebagai representasi “Kartini masa kini”.

“Mereka tidak hanya memiliki gagasan maju, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata. Penghargaan ini diharapkan menjadi gerakan moral yang menginspirasi semakin banyak perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan memimpin perubahan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar seremoni, ajang ini menjadi penegasan bahwa penguatan peran perempuan adalah kebutuhan mendesak dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berdaya saing di era digital.

Di antara deretan tokoh inspiratif itu, Niken menempati ruang yang khas—bekerja dalam senyap, namun berdampak luas. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan tidak selalu hadir dalam gemuruh, tetapi juga dalam keteguhan menjaga nilai.

Melampaui zamannya, Niken Widiastuti tidak hanya memimpin—ia menginspirasi. ( Eno)