Reuni Akbar UNIOR UIN Malang: 200 Peserta Lintas Generasi Satukan Visi, Perkuat Regenerasi Organisasi
Malang | Serulingmedia.com – Dinamika organisasi mahasiswa kerap menghadapi tantangan serius dalam hal regenerasi dan kesinambungan relasi antargenerasi.
Menjawab tantangan tersebut, UKM UNIOR menggelar reuni akbar yang mempertemukan anggota aktif, demisioner, hingga anggota kehormatan dalam satu forum kolaboratif.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 di Gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini diikuti sekitar 150 hingga 200 peserta dari berbagai lintas angkatan.
Tidak sekadar temu kangen, reuni ini dirancang sebagai ruang konsolidasi nilai, pengalaman, dan jejaring organisasi yang selama ini terpisah oleh waktu.
Mengusung pendekatan berbeda, reuni diawali dengan latihan bersama tujuh cabang olahraga, mulai dari catur hingga sepak takraw.
Aktivitas ini menjadi media pencair suasana, sekaligus menghilangkan sekat formalitas antar generasi. Interaksi yang terbangun di lapangan terbukti efektif membuka komunikasi yang lebih egaliter dalam sesi diskusi inti.
Dalam forum tersebut, anggota kehormatan yang telah berpengalaman dalam berbagai fase kepengurusan membagikan perspektif strategis terkait pengelolaan organisasi.
Sementara itu, anggota aktif menyampaikan tantangan aktual yang dihadapi di era sekarang. Pertukaran gagasan ini melahirkan dialektika yang memperkaya arah pengembangan organisasi ke depan.
Ketua UKM UNIOR, Salsabila Tiara Putri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi sosial jangka panjang.
“Relasi yang terbangun hari ini akan menentukan bagaimana UNIOR berkembang di masa depan. Ada nilai, pengalaman, dan semangat yang harus terus diwariskan,” ujarnya.
Dari perspektif kelembagaan, reuni lintas generasi ini dinilai memiliki dampak strategis dalam memperkuat identitas kolektif organisasi.
Selain itu, kegiatan ini juga berperan menjaga kesinambungan memori organisasi, yang menjadi fondasi penting dalam ekosistem kemahasiswaan.
Penutupan kegiatan dengan evaluasi internal menunjukkan adanya kesadaran reflektif di tubuh organisasi. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan reuni bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat kapasitas dan keberlanjutan organisasi.
Melalui reuni akbar ini, UNIOR menegaskan posisinya sebagai ruang pembelajaran yang melampaui batas periode kepengurusan.
Upaya merawat jejaring lintas generasi menjadi kontribusi nyata dalam membangun kultur akademik yang kolaboratif, sekaligus mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi.( Eno).






