Rezali Yandra Raih Gelar Doktor, Kupas Strategi Peningkatan Kinerja SDM Rumah Sakit
Makassar | Serulingmedia.com – Rezali Yandra resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen usai menjalani uji kompetensi pada Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa (14/4/2026).
Dalam disertasinya, ia mengupas secara komprehensif strategi peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) rumah sakit melalui pendekatan kepemimpinan, budaya organisasi, dan integrasi budaya lokal.
Ujian dipimpin Direktur Pascasarjana UMI Makassar, Prof. Dr. H. La Ode Husen, dengan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Suriyanti, Prof. Dr. Ramlawati, Prof. Dr. H. Mahfud Nurnajamuddin, Prof. Dr. Baharuddin Semmaila, dan Prof. Dr. Buyung Sarita.
Sementara itu, tim promotor dipimpin Prof. Dr. H. Salim Basalamah, didampingi Prof. Dr. Sukmawati dan Prof. Dr. Hj. Syamsu Nujum.
Dalam penelitian berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Budaya Lokal terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi sebagai Variabel Moderasi pada Rumah Sakit di Parepare”, Rezali menegaskan bahwa kinerja karyawan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga dipengaruhi kuat oleh faktor internal organisasi.
Menurutnya, gaya kepemimpinan memiliki peran penting dalam mengarahkan dan memotivasi karyawan serta membangun sinergi kerja.
Sementara itu, budaya organisasi yang kuat mampu membentuk perilaku kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.
“Nilai-nilai budaya lokal juga tidak bisa diabaikan, karena berkontribusi dalam membentuk etika kerja, loyalitas, dan interaksi sosial karyawan di lingkungan rumah sakit,” ungkap Rezali dalam pemaparannya.
Ia menambahkan, kondisi ideal yang diharapkan di lingkungan rumah sakit adalah terciptanya suasana kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Kinerja pegawai yang optimal, lanjutnya, akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien, serta reputasi institusi.
Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan rumah sakit di Parepare belum sepenuhnya optimal.
Sejumlah persoalan masih ditemukan, seperti keterlambatan pelayanan, kurangnya koordinasi antar unit, rendahnya inisiatif kerja, serta kedisiplinan yang belum konsisten.
Rezali menilai hal tersebut dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang belum efektif, budaya organisasi yang belum terinternalisasi dengan baik, serta belum optimalnya integrasi budaya lokal dalam sistem kerja.
Selain itu, faktor motivasi karyawan juga menjadi variabel penting yang memoderasi kinerja. Ia mengungkapkan bahwa motivasi kerja masih cenderung fluktuatif akibat kurangnya penghargaan, pengakuan, serta terbatasnya peluang pengembangan karier.
Melalui disertasinya, Rezali Yandra merekomendasikan perlunya penguatan kepemimpinan yang adaptif, pembangunan budaya organisasi yang solid, serta integrasi nilai-nilai lokal dalam manajemen SDM rumah sakit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.( Yah/Eno).






