Wilda Fesanrey Bongkar Akar Kemiskinan Nelayan Kecil Buru dalam Ujian Doktoral UMI Makassar

1263925_11zon

Makassar | Serulingmedia.com —Kekayaan alam Maluku yang melimpah, mulai dari sumber daya hayati hingga nonhayati, dinilai belum mampu sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan kecil.

 

Hal ini diungkapkan Wilda Fesanrey dalam ujian kompetensi terbuka program doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan di PPs UMI Makassar, Rabu (8/4/2026).

 

Wilda memaparkan disertasinya berjudul Strategi Pengembangan Kesejahteraan Nelayan Kecil di Kabupaten Buru, yang menyoroti ketimpangan antara besarnya potensi kelautan Maluku dan realitas kemiskinan nelayan.

 

Dengan garis pantai mencapai 10.662 km dan 1.340 pulau, serta potensi perikanan yang besar, Maluku seharusnya dapat menjadi provinsi dengan tingkat kesejahteraan pesisir yang kuat. Namun, kenyataannya jauh berbeda.

“Kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi masih menjadi persoalan krusial bagi nelayan kecil. Kondisi ini tidak mudah diatasi karena terkait erat dengan aspek ekonomi, kelembagaan sosial budaya, dan ekologi,” ungkap Wilda dalam presentasinya.

Ujian kompetensi dipimpin Direktur PPs UMI Makassar, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum., dengan jajaran penyanggah antara lain Dr. Ir. Hj. Ernaningsih, M.P.; Prof. Dr. Ir. Danial, M.S.; Prof. Dr. Ir. Andi Asni, M.P.; Prof. Dr. Ir. H. Hatta Fattah, M.S.; Prof. Dr. Ir. Mardiana E. Fachry, M.Si.; serta Dr. Ir. Aswad Rachmad Hambali, S.H., M.H. Wilda didampingi oleh Promotor Dr. Ir. Hamsiah, M.S., Promotor II Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.Si., dan Promotor III Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Kasnir, M.Si.

Dalam studinya, Wilda menyoroti pola hidup sebagian nelayan di Pulau Buru, khususnya Kecamatan Waplau dan Airbuaya, yang menurutnya masih terperangkap dalam kebiasaan tidak produktif.

 

“Ada anggapan bahwa sebagian nelayan pemalas, namun jika ditelaah dari daur hidup mereka, nelayan justru dikenal sebagai pekerja keras. Ketidaksinambungan sistem pendukung dan fasilitas menjadi faktor yang memperburuk kondisi,” jelas dosen Universitas Iqra tersebut.

Sebagian besar nelayan Buru masih menggunakan perahu tanpa mesin atau perahu kecil di bawah 5 GT, sehingga produktivitas mereka rendah.

 

Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan, kesejahteraan sosial, hingga kelembagaan masyarakat pesisir setempat.

 

Atas pemaparannya yang komprehensif, Wilda Fesanrey berhasil meraih nilai Pujian dalam ujian kompetensi tersebut.

 

Temuan studinya diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan kesejahteraan nelayan kecil di Provinsi Maluku.( Yah/Eno).