Rektor UIN Malang Tegaskan Perempuan Adalah Kartini Era Modern, Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Kota yang Inklusif
Malang | Serulingmedia.com —Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada rangkaian kegiatan halalbihalal, peringatan Hari Kartini, dan Hari Ulang Tahun Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Malang di Mini Block Office, Rabu (8/4/2026).

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Meneguhkan Peran Perempuan dalam Spirit Kartini,” forum tersebut menghadirkan berbagai organisasi perempuan lintas komunitas dan kepercayaan, memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan di Kota Malang dibangun secara inklusif.
Dalam pemaparannya, Prof. Ilfi menyebut bahwa perempuan masa kini merupakan Kartini-Kartini baru yang hidup di tengah arus digital dan tantangan sosial modern.
“Kita semua ini adalah Kartini-Kartini di era modern. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, melainkan membangun sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur organisasi perempuan dari berbagai latar belakang seperti IWKRI, WKRI, Aisyiyah, Muslimat NU, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, hingga organisasi profesi perempuan lainnya.
Kehadiran lintas unsur ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan keberagaman dalam membangun ruang perempuan di Kota Malang.
Pada kesempatan itu, Prof. Ilfi membuka peluang kolaborasi antara UIN Maliki Malang dan GOW Kota Malang. Ia menegaskan bahwa kampus memiliki potensi akademik dan kelembagaan yang dapat disinergikan dengan kebutuhan masyarakat.
“UIN Maliki Malang sangat terbuka untuk berkolaborasi. Banyak potensi yang bisa disinergikan mulai dari pendidikan keluarga, literasi keagamaan moderat, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga perlindungan perempuan dan anak,” jelasnya.
Prof. Ilfi juga mendorong agar momentum peringatan Hari Kartini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pijakan bersama dalam mewujudkan Kota Malang yang ramah perempuan dan anak.
“Mari kita jadikan ulang tahun Kota Malang ke-112 sebagai titik penguatan. Bagaimana angka kekerasan terhadap perempuan dan anak menurun, dan kualitas hidup perempuan meningkat,” katanya menutup pemaparan.
Pesan itu menegaskan bahwa semangat Kartini di era modern bukan hanya simbol emansipasi, melainkan komitmen perempuan untuk hadir, terlibat, dan berperan strategis dalam pembangunan kota dan bangsa. ( Eno)






