Batang I Serulingmedia.com – Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat gerakan literasi masyarakat dengan mengembangkan 15 Kampung Literasi baru di berbagai kecamatan. Langkah ini dibarengi dengan komitmen penambahan anggaran sebesar Rp250 juta untuk wilayah yang dinilai memiliki potensi tertinggi dalam pengembangan program.
Peluncuran perluasan program ini disampaikan dalam kegiatan Gerakan Sak Minggu Sak Buku di Kampung Literasi Pelangi, Proyonanggan Selatan, Selasa (7/4/2026). Gerakan tersebut dirancang untuk meningkatkan budaya baca anak, terutama pada usia dini hingga sekolah dasar, sebagai upaya membentuk karakter kritis, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ketua Kampung Literasi Pelangi Proyonanggan Selatan, Herin Setyowati, menjelaskan bahwa masyarakat telah lama memanfaatkan ruang komunitas tersebut untuk kegiatan pendidikan informal.
“Tempat ini sejak dulu dipakai warga untuk mengaji Al-Qur’an setiap malam, dan ibu-ibu pengajian memanfaatkan buku-buku untuk meningkatkan keterampilan. Kami juga sudah menerima bantuan sekitar 1.000 buku dari Perpusnas, Disperpuska, hingga CSR Nestle,” terangnya.
Pegiat literasi Kurnia Hidayati menyambut positif gerakan tersebut. Menurutnya, literasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi.
“Budaya membaca memunculkan ide kreatif. Dari situ bisa lahir karya, produk, lalu dijual untuk menghasilkan keuntungan,” ucapnya.
Bunda Literasi Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa Kampung Literasi memiliki manfaat luas bagi anak-anak maupun orang tua. Koleksi buku yang semakin variatif membuat aktivitas edukatif lebih menarik.
“Sasaran Sak Minggu Sak Buku adalah anak usia dini sampai sekolah dasar. Mereka diajak berdiskusi, membaca, hingga mengenal literasi digital setiap hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut mendorong orang tua membacakan buku kepada anak minimal sekali dalam seminggu.
“Gerakan ini terinspirasi dari pengalaman anak-anak saya. Dulu di sekolah mereka wajib membaca tiap minggu, hasilnya sekarang mereka gemar membaca,” ungkapnya.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa pemerintah siap mengalokasikan tambahan anggaran Rp250 juta sebagai bentuk dukungan terhadap kecamatan yang menunjukkan kesiapan dan potensi terbesar dalam menjalankan Kampung Literasi.
“Kita lihat mana yang paling berpotensi. Itu yang akan kami prioritaskan untuk menerima tambahan anggaran,” tegasnya.
Pengembangan 15 Kampung Literasi ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan informal, mendorong budaya membaca sejak dini, serta memperkuat kualitas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Batang. ( Git/Eno)