Polres Batu Matangkan Kesiapan Lalu Lintas Hadapi Operasi Ketupat Semeru 2026

967118_11zon

Batu | Serulingmedia.com —Polres Batu matangkan kesiapan lalu lintas menghadapi Operasi Ketupat Semeru 2026 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026 di Lapangan Apel Polres Batu, Jalan AP. III Katjoeng Permadi, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (02/02/2026).

Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, S.H., M.H. dan diikuti personel Polres Batu serta unsur instansi terkait.

Kegiatan ini menjadi wujud kesiapan Polri bersama stakeholder dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. yang dibacakan Wakapolres Batu, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana pendukung, serta soliditas dan sinergitas lintas sektoral.

Kapolda Jawa Timur mengungkapkan bahwa permasalahan lalu lintas semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius.

Berdasarkan analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban 10 orang meninggal dunia, 51 luka berat, dan 803 luka ringan.

Data tersebut menunjukkan keselamatan berlalu lintas masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara bersama.

Menyikapi kondisi tersebut, Polda Jawa Timur bersama jajaran menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026” sebagai langkah cipta kondisi pra Lebaran.

Operasi ini melibatkan 5.020 personel, terdiri dari 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel Satwil jajaran. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui strategi preemtif, preventif, dan represif.

Upaya preemtif dilakukan dengan memaksimalkan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, termasuk kepada pengusaha otobus terkait penerapan sistem manajemen keselamatan.Kampanye keselamatan juga digencarkan melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.

Sementara itu, upaya preventif dilaksanakan melalui ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan serta kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus.

Kendaraan yang dinyatakan laik jalan akan diberikan stiker sebagai tanda jaminan keselamatan penumpang. Patroli juga ditingkatkan di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Adapun tindakan represif dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penegakan hukum turut dioptimalkan melalui sistem ETLE untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas.

Usai apel, Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo menegaskan komitmen Polres Batu dalam mendukung penuh Operasi Keselamatan Semeru 2026.

“Operasi ini merupakan langkah awal untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026. Kami mengimbau seluruh personel agar melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu. ( Eno).